Banyuwangi Kembali Gelar Operasi Katarak dan Bola Mata Palsu Gratis

Banyuwangi Kembali Gelar Operasi Katarak dan Bola Mata Palsu Gratis
Pelayanan kesehatan mata gratis di PMI Banyuwangi.(foto kominfo Jatim)

Banyuwangi-Spektroom : Ratusan warga memadati Markas PMI Banyuwangi mengikuti bakti sosial (baksos) pelayanan kesehatan mata gratis yang meliputi pemeriksaan, pemberian obat dan kacamata, pemasangan bola mata palsu, hingga operasi katarak.

Kegiatan ini merupakan baksos tahap pertama tahun 2026 hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Dinas Kesehatan, PMI Kabupaten Banyuwangi, dan John Fawcett Foundation (JFF) Indonesia, yang digelar mulai 28 April hingga 2 Mei 2026. 

Ketua JFF Indonesia, Gede Bingin, dalam keterangan tertulis, Kamis (30/4/2026) menyatakan pihaknya berkomitmen mendukung kerja sama dengan Pemkab Banyuwangi untuk membantu masyarakat yang mengalami gangguan penglihatan, khususnya akibat katarak.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi, H. Amir Hidayat, menyampaikan apresiasi kepada JFF Indonesia dan seluruh tim medis serta relawan yang terlibat. Ia menyebut kegiatan yang telah dimulai tahun 2014 ini telah memasuki tahun ke-12 dan menjadi penyelenggaraan ke-21.

Seorang warga Banyuwangi sedang mendapatkan pelayanan pemeriksaan kesehatan mata. (foto Diskominfo Banyuwangi)

Sementara itu, Sekretaris Daerah Banyuwangi, Guntur Priambodo, saat membuka acara menegaskan bahwa baksos ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah daerah bersama PMI dan JFF dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. “Peningkatan kesehatan mata akan berdampak langsung pada produktivitas masyarakat,” ujarnya.

Sejak pertama kali digelar, kegiatan operasi katarak di Banyuwangi telah menjangkau 4.502 pasien, sementara lebih dari 28.624 warga telah menjalani pemeriksaan mata.

Project Manager JFF Indonesia, Nyoman Wardana, melaporkan pada hari pertama kegiatan berhasil memeriksa 488 pasien. Dari jumlah tersebut, 199 orang menerima kacamata, 120 orang mendapatkan obat tetes mata, serta delapan pasien menjalani pemasangan bola mata palsu.

Selain itu, ditemukan 227 pasien katarak, dengan 82 pasien telah menjalani operasi pada hari pertama. Sebanyak 116 pasien dijadwalkan menjalani operasi pada hari kedua, 15 pasien pada hari ketiga, sementara sisanya masuk daftar tunggu hingga Oktober 2026 karena belum memenuhi persyaratan medis, terutama terkait tekanan darah dan kadar gula darah.

Melihat tingginya antusiasme masyarakat dan masih banyaknya kasus katarak, Pemkab Banyuwangi berharap dukungan JFF dan para donatur dapat terus berlanjut untuk kegiatan serupa di masa mendatang. (Yul/hjr)