BBPKH Cinagara, Berperan Sangat Penting Dalam Tingkatkan Kapasitas Nakeswan

BBPKH Cinagara,  Berperan Sangat Penting Dalam Tingkatkan Kapasitas Nakeswan
Inneke Kusumawaty - Kepala BBPKH Cinagara, Bogor (Foto Capture YouTube bbpkh_official)

Spektroom - Dengan semangat pembangunan kapasitas milenial peternakan dan kesehatan hewan, BBPKH Cinagara menyelenggarakan Workshop “Penguatan SDM Peternakan dan Kesehatan Hewan serta Pemuda Milenial dalam Mendukung Swasembada Pangan Asal Hewan”.

Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid melalui kanal YouTube bbpkh_official dan secara daring di Aula Rajawali BBPKH Cinagara - Bogor, Kamis (4/12/2025).

Kepala Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara Dr. Inneke Kusumawaty, S.T.P., M.P. menyatakan Statistik pertengahan tahun 2024 menunjukkan bahwa produksi daging nasional belum mencukupi kebutuhan di dalam negeri. Karena produksi terus menurun, sementara konsumsi per kapita per tahun terus meningkat.

"Untuk susu, produksi dalam negeri kurang dari 20% kebutuhan nasional. Sisanya kita masih impor, sehingga ini merupakan momentum yang sangat baik, khususnya bagi balai-balai ataupun UPT yang melakukan pengolahan sapi perah, untuk kita dorong lebih produktif menerapkan inovasi dan juga responsif atas kebutuhan yang ada di lapangan." ujar Inneke Kusumawaty.

audio-thumbnail
VOICE INIKE TERNAK
0:00
/216.48

Menurut Inneke, hal itu menjadi kendala dalam pemenuhan kebutuhan protein hewan nasional, terlebih untuk mendukung MBG yang membutuhkan suplai daging, susu, dan telur setiap hari.

Dalam menempatkan Swasembada Pangan Nasional sebagai program utama bersama dengan pengembangan benih unggul, peningkatan produksi populasi sapi perah dan sapi potong, transformasi pertanian modern, serta penguatan nilai tambah dan hilirisasi, Kementan sudah menerapkan 4 langkah strategis.

Ke-4 langkah tersebut yakni Pencegahan penyakit hewan strategis, kemudian penguatan sistem kesehatan hewan nasional, penerapan biosecurity dan kesejahteraan hewan, serta penguatan pengawasan obat, vaksin, dan pangan asal hewan.

"Dengan kondisi tersebut, tentu kita harus menyiapkan SDM yang betul-betul handal dalam melakukan hal-hal tersebut yang mampu memproduksi, mampu menjaga kesehatan hewan, memeriksa kesehatan hewan, mengawasi lintas hewan dan produk hewan, mengolah hasil ternak, dan memastikan setiap daging, telur, susu yang dikonsumsi adalah ASUH, Aman, Sehat, Utuh dan Halal " Rinci Inneke.

BBPKH Cinagara, terus Anneke sebagai satu-satunya balai besar pelatihan kesehatan hewan yang berperan sangat penting dalam meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan hewan, para medik veteriner, medik veteriner inseminator dan pemeriksa daging. kemudian PKB pemeriksa kebuntingan, petugas mengambil contoh, tenaga RPH, penyuluh, hingga pentenat.

"BBPKH Cinagara juga bekerja sama dengan berbagai mitra dalam percepatan penyiapan SDM peternakan dan kesehatan hewan yang handal dan adaptif teknologi." katanya lagim

Dan tentu saja, terus Inneke Kusumawaty, komitmen ini merupakan memerlukan dukungan dari semua pihak, tidak hanya UPT di Kementan, UPT di BPP SDIP, tapi semua stakeholder yang terkait dengan peternakan dan kesehatan hewan.

Workshop “Penguatan SDM Peternakan dan Kesehatan Hewan, menghadirkan Keynote Speaker Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dr. Idha Widi Arsanti, S.P., M.P., serta beberapa narasumber dari IPB.(@Ng).

Berita terkait