BBWS C3 Bersama BUJT Tangerang- Merak Lakukan Penanganan Darurat dan Solusi Sungai Cidurian
Spektroom – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau–Ciujung–Cidurian (BBWS C3) bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Marga Mandalasakti melakukan penanganan cepat pascabanjir yang sempat menggenangi ruas Jalan Tol Tangerang–Merak KM 50. Penanganan darurat dilakukan dengan membangun tanggul sementara di sisi jalan tol menggunakan geobag dan Movable Concrete Barrier (MCB) sepanjang kurang lebih 300 meter.
Pemasangan geobag dan Movable Concrete Barrier (MCB) bertujuan untuk menahan limpasan air agar tidak kembali menggenangi badan jalan tol. Saat ini ruas Tol Tangerang–Merak KM 50 yang merupakan akses krusial mobilisasi barang dan penumpang dari Pulau Jawa ke Sumatera maupun sebaliknya, telah kembali pulih dan dapat dilalui secara aman oleh seluruh golongan kendaraan.

Selain pemulihan konektivitas jalan tol, BBWS C3 juga melakukan penanganan darurat di sejumlah wilayah di Banten yang terdampak banjir dan longsor akibat meningkatnya debit Sungai Cidurian. Sebanyak 2 unit mobile pump berkapasitas 250 liter/detik telah dikerahkan untuk mengatasi genangan di Pondok Pesantren Sabulussalam, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, guna memastikan aktivitas belajar mengajar dapat kembali berjalan normal.
Kepala BBWS Cidanau–Ciujung–Cidurian, Dedi Yudha Lesmana, mengatakan bahwa peralatan dan material kebencanaan telah disiapkan untuk mendukung penanganan darurat di lapangan.
“Peralatan dan material kebencanaan milik BBWS C3 sudah siap digunakan. Namun, kami tetap memperhatikan kondisi lapangan, terutama akses menuju lokasi, sebelum menentukan metode penanganan yang paling tepat,” ujar Dedi di Tangerang, Selasa (3/2/2026).

Prasarana mobile pump masih disiagakan di lokasi sebagai langkah antisipasi karena debit Sungai Cidurian masih relatif tinggi dan berpotensi menimbulkan genangan susulan. Sementara itu, untuk longsor sepanjang 200 meter di Desa Carenang, Kecamatan Cisoka, yang menyebabkan runtuhnya 8 rumah warga, BBWS C3 melakukan perkuatan pada bibir sungai guna mencegah meluasnya kerusakan permukiman.
Pada penanganan darurat Sungai Cidurian, BBWS C3 melakukan perkuatan bibir sungai menggunakan metode pemasangan bronjong pada bagian tepi sungai. Bronjong berupa anyaman kawat berlapis galvanis yang diisi batu untuk menahan arus sungai, mengurangi tekanan tanah, serta mencegah terjadinya longsor lanjutan tanpa menghambat aliran air.
Selanjutnya untuk penanganan jangka panjang, BBWS C3 telah menyiapkan desain tanggul permanen Sungai Cidurian melalui perkuatan tanggul dengan pemasangan parapet serta pembangunan pintu air sebagai solusi pengendalian banjir yang lebih komprehensif.
BBWS Cidanau–Ciujung–Cidurian juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Tangerang dan instansi terkait guna memastikan seluruh langkah penanganan darurat berjalan efektif, sehingga aktivitas masyarakat dan konektivitas wilayah dapat segera pulih secara berkelanjutan.