Belajar Geografi di Alam Terbuka, Siswa MA Muslimat NU Palangka Raya Tanam Flora di Bukit Banama
Spektroom – Pembelajaran geografi tak selalu berlangsung di dalam kelas. Murid kelas XI-B MA Muslimat NU Palangka Raya memilih belajar langsung dari alam dengan melakukan aksi penanaman flora dan pohon hias di kawasan wisata Bukit Banama, Tangkiling, Kamis (5/2/2025).
Kegiatan tersebut menjadi praktik nyata pembelajaran berbasis lingkungan sekaligus implementasi program Ekoteologi, yang merupakan bagian dari Asta Protas Menteri Agama RI. Didampingi guru Geografi, Rusmini, para murid terlibat langsung menanam berbagai jenis tanaman hias di area wisata alam tersebut.
Selain sebagai pemenuhan praktik mata pelajaran, kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan kepedulian ekologis dan kesadaran siswa terhadap pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan, khususnya di Kalimantan Tengah.
Kepala MA Muslimat NU Palangka Raya, Mashudi, memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut. Bahkan, pihak madrasah turut menyumbangkan sejumlah tanaman sebagai wujud komitmen nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan dan ruang publik.

Guru pendamping Rusmini menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai pembelajaran kontekstual agar siswa tidak hanya memahami isu lingkungan secara teoritis, tetapi juga melalui pengalaman langsung di lapangan.
“Kegiatan ini bukan hanya praktik mata pelajaran Geografi, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Dengan menanam pohon, siswa belajar memberi kontribusi nyata bagi alam, khususnya di Kalimantan Tengah,” ujar Rusmini.
Ia berharap tanaman yang ditanam dapat memperindah kawasan wisata Bukit Banama sekaligus menciptakan suasana yang lebih sejuk dan nyaman bagi para pengunjung.
Selama kegiatan berlangsung, para murid tampak antusias menanam dan merawat tanaman. Menurut Rusmini, keterlibatan langsung seperti ini efektif menumbuhkan kesadaran ekologis, rasa tanggung jawab, serta kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.
“Mereka belajar bahwa menjaga alam adalah tanggung jawab bersama. Nilai kepedulian dan kesadaran ekologis itulah yang ingin kami tanamkan,” tambahnya.
Sementara itu, Mashudi menilai kegiatan ekoteologi tersebut sejalan dengan misi madrasah dalam membentuk karakter peserta didik yang utuh.
“Madrasah tidak hanya mencetak siswa yang cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter dan peduli lingkungan. Ini kontribusi kecil, tetapi dampaknya akan besar jika dilakukan secara berkelanjutan,” kata Mashudi.
Ia berharap kegiatan serupa dapat menjadi budaya di lingkungan madrasah dan terus dilaksanakan secara konsisten sebagai bagian dari pendidikan karakter dan kepedulian sosial.
Melalui kegiatan ini, para siswa diharapkan tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya memahami ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki kecintaan terhadap lingkungan, semangat gotong royong, serta tanggung jawab dalam menjaga alam sekitar.(Polin - Nor Harisha)