Belajar Siaga Bencana Sejak Dini, Siswa TK Islam ​Terpadu Ar-Roudhoh Kunjungi BPBD Jember

Belajar Siaga Bencana Sejak Dini, Siswa TK Islam ​Terpadu Ar-Roudhoh Kunjungi BPBD Jember
Kunjungan edukatif TK Islam Terpadu Ar-Roudhoh ke BPBD Jember pada Rabu (11/02/2026). (Foto Budi Spektroom)

Spektroom - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember menerima kunjungan edukatif TK Islam Terpadu Ar-Roudhoh pada Rabu (11/02/2026). Kegiatan ini berlangsung di Kantor BPBD Kabupaten Jember dan diikuti oleh sebanyak 100 siswa-siswi serta 8 orang guru pendamping. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari program outing class yang bertujuan mengenalkan mitigasi bencana sejak usia dini.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember, Dr. Drs. Edy Budi Susilo, M.Si., kepada spektroom.co.id Rabu (11/02/2026) mengatakan, melalui kegiatan ini, sebagai upaya menanamkan pemahaman dasar kebencanaan kepada anak-anak dengan metode edukatif dan interaktif.

Kegiatan kunjungan ini dilaksanakan berdasarkan Surat Permohonan Kunjungan Edukatif dari TK Islam Terpadu Ar-Roudhoh Nomor 421.1/05/20559946/1/2026. Sejak awal kegiatan, para siswa tampak antusias mengikuti rangkaian acara yang telah disiapkan oleh personel BPBD. Anak-anak dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil dan didampingi oleh guru serta petugas BPBD untuk berkeliling ke sejumlah pos edukasi kebencanaan. “Pendekatan ini dipilih agar materi yang disampaikan dapat lebih mudah dipahami oleh peserta didik tingkat taman kanak-kanak,” ungkapnya.

Anak-anak diperkenalkan beberapa peralatan yang ada di BPBD Jember

Dalam kunjungan tersebut, peserta diajak mengenal berbagai pos kebencanaan yang ada di BPBD Kabupaten Jember. Pada Pos Perahu Karet, siswa diperkenalkan dengan alat pelindung diri (APD) serta fungsi perahu karet dalam proses evakuasi korban bencana banjir. Selanjutnya di Pos Logistik, anak-anak mendapatkan penjelasan mengenai jenis-jenis perlengkapan logistik kebencanaan dan kegunaannya saat terjadi bencana. Sementara itu, di Pos Karhutla, peserta dikenalkan secara sederhana tentang bahaya kebakaran hutan dan lahan serta upaya pencegahan sejak dini.

“Tidak hanya itu, siswa juga mengunjungi Pos Gudang Peralatan untuk melihat langsung berbagai alat penanggulangan bencana yang dimiliki BPBD,” jelasnya.

Di Posko Chainsaw, anak-anak mendapatkan edukasi dasar mengenai fungsi chainsaw dalam penanganan pohon tumbang akibat angin kencang atau cuaca ekstrem. Seluruh rangkaian kegiatan disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan pendekatan visual agar mudah dipahami oleh anak-anak. Meski tanpa sesi materi kelas formal, proses pembelajaran tetap berjalan melalui pengenalan langsung di setiap pos.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan personel pendamping dan tidak tersedianya petugas dokumentasi. Namun demikian, BPBD Jember segera mengambil langkah solusi dengan melibatkan personel dari bidang lain serta mewajibkan setiap pendamping untuk melakukan dokumentasi. Selain itu, kurangnya kesiapan peserta seperti tidak membawa air minum juga diantisipasi dengan menyediakan air minum dari persediaan kantor.

Menurut Edy Budi Susilo, kendala teknis tersebut tidak mengurangi esensi kegiatan edukasi yang telah direncanakan.

Melalui kegiatan ini, BPBD Kabupaten Jember berharap edukasi kebencanaan dapat tertanam sejak usia dini. Anak-anak diharapkan mampu mengenal potensi bencana di sekitarnya serta memiliki sikap waspada dan tanggap di kemudian hari. Kegiatan kunjungan edukatif ini juga menjadi bagian dari komitmen “BPBD Jember dalam membangun budaya sadar bencana di masyarakat. Dengan kolaborasi dunia pendidikan, upaya mitigasi bencana diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan,” pungkasnya. (Budi S)

Berita terkait