KJRI Jeddah Hadirkan Nuansa Tradisi Lebaran Indonesia di Arab Saudi

KJRI Jeddah Hadirkan Nuansa Tradisi Lebaran Indonesia di Arab Saudi
Warga Negara Indonesia (WNI) dari wilayah Jeddah dan sekitarnya merayakan Idul Fitri 1447 Hijriah di Wisma KJRI Jeddah, Arab Saudi, Jumat (20/3/2026)( Foto : KJRI Jeddah)

Jakarta - Spektroom : Sekitar 2.300 Warga Negara Indonesia (WNI) melaksanakan Sholat Idul Fitri yang dilanjutkan dengan halal bihalal sebagai momen mempererat silaturahmi di Wisma Konsul Jenderal RI Jeddah, Arab Saudi.

Melengkapi suasana perayaan hari raya, KJRI Jeddah menyajikan hidangan khas Idul Fitri Indonesia, seperti ketupat sayur, opor ayam, telur, kentang balado, dan kerupuk, yang turut menghadirkan nuansa Lebaran di tanah air bagi diaspora Indonesia.

Konsul Jenderal RI Jeddah, Duta Besar Yusron B. Ambary, menyatakan kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan kebahagiaan bagi diaspora Indonesia yang merayakan Idul Fitri jauh dari keluarga.

“Kegiatan ini diharapkan dapat menghadirkan kebersamaan serta mengurangi kerinduan terhadap suasana Lebaran di tanah air,” ujarnya, dikutip dari laman Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI, Sabtu (21/3/2026)

Antusiasme peserta terlihat dari kehadiran masyarakat Indonesia dari berbagai wilayah, termasuk yang datang dari luar kota seperti Rabigh. Salah satu peserta menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengalaman Lebaran yang berkesan.

“Ini pertama kali kami melaksanakan Salat Id di KJRI Jeddah dan suasananya sangat hangat serta terorganisasi dengan baik,” ujarnya.

Perayaan Idul Fitri ini mencerminkan komitmen KJRI Jeddah dalam mempererat kebersamaan dan memperkuat rasa persaudaraan di antara diaspora Indonesia, sekaligus menghadirkan nuansa tradisi Lebaran Indonesia di Arab Saudi.

Berita terkait

Muslimin Raih Doktor, Membongkar Paradoks Digitalisasi Birokrasi di DPRD Bone

Muslimin Raih Doktor, Membongkar Paradoks Digitalisasi Birokrasi di DPRD Bone

Makassar-Spektroom: Pemerintah bisa membeli aplikasi, membangun sistem digital, dan memindahkan layanan ke layar komputer. Tetapi birokrasi tidak otomatis menjadi lebih baik. Di balik jargon transformasi digital, tetap ada manusia yang menentukan apakah teknologi benar-benar menjadi alat perubahan atau sekadar wajah baru dari cara kerja lama. Persoalan itulah yang dibedah Muslimin

Yahya Patta, Buang Supeno
Kasus Perundungan Masih Jadi PR, Pemprov Jateng Perkuat Edukasi Lewat Forum Anak Pesantren

Kasus Perundungan Masih Jadi PR, Pemprov Jateng Perkuat Edukasi Lewat Forum Anak Pesantren

Semarang-Spektroom: Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menegaskan bahwa upaya pencegahan perundungan atau bullying tidak boleh berhenti di lingkungan sekolah saja. Menurutnya, penanganan masalah ini memerlukan keterlibatan aktif dari keluarga, masyarakat, hingga berbagai lembaga pendidikan, termasuk pondok pesantren. Pernyataan tersebut disampaikan pria yang akrab disapa Gus Yasin ini usai

Sigit Budi Riyanto, Heriyoko
ссс