Menanam Asa di Cibubur, Langkah Nyata Pramuka Dukung Swasembada Pangan

Menanam Asa di Cibubur, Langkah Nyata Pramuka Dukung Swasembada Pangan
Para ketua dilingkungan Kwarnas gerakan pramuka saat melakukan penanaman padi di kawasan bumi perkemahan cibubur, Sabtu (8/8/2026) (foto pusdatin kwarnas)

Jakarta - Spektroom: Bau tanah basah berpadu dengan hijaunya bibit padi menyambut hari cerah di kawasan Global Integrated Farming, Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur. Jelang perhelatan akbar Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026 yang dihelat pada 13 - 20 Agustus mendatang, ada pemandangan berbeda yang disiapkan oleh Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka. Bukan sekadar mendirikan tenda, barisan tunas kelapa justru mulai mengayunkan cangkul dan melakukan penanaman padi perdana.

Langkah ini bukan tanpa makna. Di tengah tantangan global krisis iklim dan kebutuhan pangan, Gerakan Pramuka ingin menegaskan posisinya. Swasembada pangan nasional didapuk menjadi ruh utama dalam perhelatan akbar Pramuka Penggalang kali ini.

Kawasan pertanian terpadu seluas area tersebut disulap menjadi Center of Excellence sebuah laboratorium hidup dan wahana edukasi terbuka bagi ribuan anggota Pramuka yang kelak hadir dari berbagai penjuru tanah air.

"Jambore Nasional adalah momentum strategis bagaimana pandu di negeri ini bergandengan tangan," ujar Sekjen Kwarnas Gerakan Pramuka, Dr. Bachtiar Utomo, di sela-sela kegiatan penanaman.

kegiatan penanaman padi yang dilakukan di kawasan bumi perke perkemahan cibubur Jakarta Timur

Ia menjelaskan bahwa kawasan pertanian terpadu ini dirancang menyeluruh, mulai dari sektor perkebunan, urban farming, hingga peternakan modern. Bahkan, Kwarnas tengah menjajaki kolaborasi riset jangka panjang bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), termasuk pemanfaatan inovasi bio-gent guns untuk mengoptimalkan hara tanah secara alami sekaligus menekan hama.

Sinergi lintas sektor ini turut diperkuat oleh kehadiran para pakar. Perekayasa Utama Pusat Riset Mikrobiologi Terapan (PRMT) BRIN, Bambang Sumakdi, menyambut hangat kolaborasi strategis tersebut.

Menurutnya, pelibatan institusi riset di lingkungan kepanduan adalah jembatan emas. Anggota muda Pramuka dapat menyerap dan menyebarluaskan inovasi teknologi pertanian mandiri sejak dini. Dukungan serupa juga disuarakan oleh perwakilan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Yuris, serta Dian Mul dari Mandiri Banana Indonesia (MBI).

Kehadiran jajaran pengurus Kwarnasseperti Waka Bidang Binamuda Dr. Sigit Murjono, Waka Bidang Binawasa Dr. Rahman Syah, serta Waka Bidang Abdimas, KH, dan Humasinfo Yuniar—menunjukkan keseriusan organisatoris menyongsong hari H pembukaan.

Kelak, ketika ribuan Pramuka Penggalang memadati Buperta Cibubur, mereka tidak hanya membawa pulang kenangan api unggun dan yel-yel perkemahan. Dari petak-petak sawah di Cibubur ini, benih kesadaran tentang kedaulatan pangan telah ditanam. Sebuah warisan cara pandang bahwa urusan perut bangsa ini adalah juga urusan pundak seorang Pramuka.

Berita terkait

Kepala Dinas Damkar Kota Ambon Ingatkan Bahaya Kebakaran di Kemarau Panjang

Kepala Dinas Damkar Kota Ambon Ingatkan Bahaya Kebakaran di Kemarau Panjang

Ambon-Spektroom: Kepala Dinas Damkar Kota Ambon,Alfredo Hehamahua  ingatkan Bahaya Kebakaran di musim kemarau panjang. Hal itu dikatakan saat terjadi pohon tumbang  di ruas jalan depan Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura (Unpatti), Kota Ambon, Selasa (22/9) pagi. Pohon tersebut dilaporkan terbakar bagian dalam batangnya sehingga tumbang. Laporan mengenai kejadian itu

Eva Moenandar, Nurana Diah Dhayanti
Prof. Dr. Mahfud Nurnajamudin: RUU Perampasan Aset Harus Membuat Uang Negara Pulang

Prof. Dr. Mahfud Nurnajamudin: RUU Perampasan Aset Harus Membuat Uang Negara Pulang

Makassar- Spektroom : Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset harus menjadi instrumen yang mampu memastikan aset hasil tindak pidana, khususnya korupsi, benar-benar kembali kepada negara. Hal itu disampaikan Prof. Dr. Mahfud Nurnajamudin, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muslim Indonesia (FEB UMI) yang juga Asisten Direktur II Pascasarjana UMI Makassar. Menurut

Yahya Patta, Buang Supeno