Menanam Asa di Cibubur, Langkah Nyata Pramuka Dukung Swasembada Pangan
Jakarta - Spektroom: Bau tanah basah berpadu dengan hijaunya bibit padi menyambut hari cerah di kawasan Global Integrated Farming, Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur. Jelang perhelatan akbar Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026 yang dihelat pada 13 - 20 Agustus mendatang, ada pemandangan berbeda yang disiapkan oleh Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka. Bukan sekadar mendirikan tenda, barisan tunas kelapa justru mulai mengayunkan cangkul dan melakukan penanaman padi perdana.
Langkah ini bukan tanpa makna. Di tengah tantangan global krisis iklim dan kebutuhan pangan, Gerakan Pramuka ingin menegaskan posisinya. Swasembada pangan nasional didapuk menjadi ruh utama dalam perhelatan akbar Pramuka Penggalang kali ini.
Kawasan pertanian terpadu seluas area tersebut disulap menjadi Center of Excellence sebuah laboratorium hidup dan wahana edukasi terbuka bagi ribuan anggota Pramuka yang kelak hadir dari berbagai penjuru tanah air.
"Jambore Nasional adalah momentum strategis bagaimana pandu di negeri ini bergandengan tangan," ujar Sekjen Kwarnas Gerakan Pramuka, Dr. Bachtiar Utomo, di sela-sela kegiatan penanaman.

Ia menjelaskan bahwa kawasan pertanian terpadu ini dirancang menyeluruh, mulai dari sektor perkebunan, urban farming, hingga peternakan modern. Bahkan, Kwarnas tengah menjajaki kolaborasi riset jangka panjang bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), termasuk pemanfaatan inovasi bio-gent guns untuk mengoptimalkan hara tanah secara alami sekaligus menekan hama.
Sinergi lintas sektor ini turut diperkuat oleh kehadiran para pakar. Perekayasa Utama Pusat Riset Mikrobiologi Terapan (PRMT) BRIN, Bambang Sumakdi, menyambut hangat kolaborasi strategis tersebut.
Menurutnya, pelibatan institusi riset di lingkungan kepanduan adalah jembatan emas. Anggota muda Pramuka dapat menyerap dan menyebarluaskan inovasi teknologi pertanian mandiri sejak dini. Dukungan serupa juga disuarakan oleh perwakilan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Yuris, serta Dian Mul dari Mandiri Banana Indonesia (MBI).
Kehadiran jajaran pengurus Kwarnasseperti Waka Bidang Binamuda Dr. Sigit Murjono, Waka Bidang Binawasa Dr. Rahman Syah, serta Waka Bidang Abdimas, KH, dan Humasinfo Yuniar—menunjukkan keseriusan organisatoris menyongsong hari H pembukaan.
Kelak, ketika ribuan Pramuka Penggalang memadati Buperta Cibubur, mereka tidak hanya membawa pulang kenangan api unggun dan yel-yel perkemahan. Dari petak-petak sawah di Cibubur ini, benih kesadaran tentang kedaulatan pangan telah ditanam. Sebuah warisan cara pandang bahwa urusan perut bangsa ini adalah juga urusan pundak seorang Pramuka.