Pembinaan Berkelanjutan KONI Sumbar, Hantarkan 4 Atlet Bela Indonesia di Asian Games

Pembinaan Berkelanjutan KONI Sumbar, Hantarkan 4 Atlet Bela Indonesia di Asian Games
Dari kiri: Sekum PGSI Sumbar Ilmarizal, Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus, dan presenter Delima. (Foto: Hendri Parjiga/KONI Sumbar)

Padang-Spektroom : Empat atlet asal Sumatera Barat mendapat kepercayaan memperkuat Indonesia pada Asean Games Aichi-Nagoya 2026. Mereka berasal dari empat cabang olahraga, yakni gulat, sepak takraw, selancar ombak dan bulutangkis.

Keempatnya adalah Gilang Ilhaza, Syamsul Akmal, Kya Jo Heuer dan Muhammad Yusuf.

Kiprah mereka menjadi salah satu bahasan utama dalam dialog TVRI Sumbar bertajuk “Mencetak Atlet Kelas Dunia”, Selasa (23/9/2026).

Forum tersebut dipandu presenter Delima dan menghadirkan Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus, Sekretaris Umum Pengprov PGSI Sumbar Ilmarizal serta Kepala Dispora Sumbar Tasliatul Fuadi yang mengikuti dialog secara virtual.

Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus menyebut keberadaan empat atlet tersebut di level internasional menjadi gambaran bahwa atlet Sumbar mampu menembus persaingan di luar daerah.

“Ini membuktikan atlet Sumbar tidak hanya jago kandang. Mereka tidak hanya juara nasional, tetapi juga ASEAN, Asia, bahkan level dunia,” kata Hamdanus.

Menurut Hamdanus, capaian tersebut tidak lahir dalam waktu singkat. Prestasi atlet saat ini adalah hasil dari rangkaian pembinaan yang telah berjalan sebelumnya dan terus diperkuat melalui program KONI Sumbar.

Hamdanus menjelaskan, program pembinaan atlet berprestasi di bawah KONI Sumbar mulai dijalankan sejak Januari 2026.

Atlet yang memiliki catatan prestasi pada PON, kejurnas maupun kejuaraan internasional dihimpun dalam program tersebut. Sebelum masuk dalam wadah pembinaan, para atlet juga menjalani sejumlah tahapan, termasuk pemeriksaan narkoba.

Sistem promosi dan degradasi diterapkan. Atlet yang menunjukkan kemajuan berpeluang masuk dalam program, sementara mereka yang mengalami penurunan prestasi dapat digantikan oleh atlet lain yang memiliki perkembangan lebih baik.

“Kalau atlet binaan tidak menunjukkan progres, bahkan hasilnya menurun, akan digantikan atlet dibawahnya yang memperlihatkan kemajuan lebih baik,” ujarnya.

Dari empat atlet tersebut, Gilang Ilhaza menjadi salah satu nama yang mendapat perhatian. Pegulat Sumbar itu akan turun pada kelas 74 kilogram gaya bebas.

Gilang sebelumnya mencatat prestasi dengan meraih emas PON Aceh-Sumut 2024 dan medali perak SEA Games Thailand 2025.

Sekum Pengprov PGSI Sumbar Ilmarizal menyebut perjalanan Gilang sudah dibangun sejak usia muda. Ia pernah masuk dalam pembinaan PPLP dan terus mengembangkan kemampuan bersama pelatih.

“Gilang luar biasa. Selain dari pelatih, dia juga terus menambah kemampuan dengan latihan mandiri. Kelebihannya kemauan keras dan sokongan orang tua,” ujar Ilmarizal.

Selain Gilang, Syamsul Akmal menjadi wakil Sumbar dari cabang sepak takraw. Ia akan memperkuat Indonesia pada nomor beregu putra.

Syamsul sebelumnya meraih medali perunggu pada SEA Games Thailand dan telah beberapa kali menjadi bagian dari tim nasional.

Kemudian ada Kya Jo Heuer dari cabang selancar ombak. Atlet yang berlatih di Kepulauan Mentawai tersebut akan tampil pada nomor Women Shortboard.

Sementara Muhammad Yusuf menjadi wakil Sumbar dari bulutangkis. Atlet muda kelahiran Padang tersebut masuk dalam pembinaan Pelatnas PBSI dan tim nasional Indonesia.

Kepala Dispora Sumbar Tasliatul Fuadi mengatakan, keberhasilan empat atlet tersebut tidak terlepas dari kerja keras atlet, kerja bersama KONI, pengurus cabang olahraga, pelatih dan klub.

“Ini kebanggaan kita sebagai putra Minang. Harapan negara tertumpang kepada empat atlet ini. Kita berharap mereka sehat dan berprestasi di Aichi-Nagoya,” ujarnya.

Bagi Sumbar, kehadiran empat atlet di Aichi-Nagoya 2026 menjadi bagian dari perjalanan panjang pembinaan olahraga prestasi.

Target berikutnya bukan hanya mempertahankan atlet yang sudah berprestasi, tetapi juga memastikan munculnya generasi baru yang mampu mengikuti jejak mereka. (RRE/jiga)

Berita terkait

Prof. Dr. Mahfud Nurnajamudin: RUU Perampasan Aset Harus Membuat Uang Negara Pulang

Prof. Dr. Mahfud Nurnajamudin: RUU Perampasan Aset Harus Membuat Uang Negara Pulang

Makassar- Spektroom : Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset harus menjadi instrumen yang mampu memastikan aset hasil tindak pidana, khususnya korupsi, benar-benar kembali kepada negara. Hal itu disampaikan Prof. Dr. Mahfud Nurnajamudin, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muslim Indonesia (FEB UMI) yang juga Asisten Direktur II Pascasarjana UMI Makassar. Menurut

Yahya Patta, Buang Supeno