Pengabdian Taruna Akpol di Sekolah Rakyat Ambon Resmi Berakhir

Pengabdian Taruna Akpol di Sekolah Rakyat Ambon Resmi Berakhir
Pemberian cendramata Pengabdian Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) di Sekolah Rakyat Ambon resmi berakhir, Jumat (7/8/2026). Foto : Humas Polda.

Ambon-Spektroom: Pengabdian lima Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) di Sekolah Rakyat Ambon resmi berakhir pada Jumat (7/8/2026). Hari pemungkas tersebut tidak sekadar menjadi penutup rangkaian pembinaan, melainkan momen berharga untuk menanamkan karakter, membangun kepercayaan diri, dan menyalakan semangat para siswa dalam meraih masa depan.

Selama berada di Sekolah Rakyat, para calon perwira Polri ini tidak hanya berbagi ilmu pengetahuan. Mereka aktif membangun kedekatan emosional melalui bimbingan, motivasi, serta penguatan nilai-nilai kedisiplinan dan semangat belajar. Sebagai bentuk apresiasi atas antusiasme para siswa, para taruna turut menyerahkan cenderamata di akhir kegiatan.

Acara penutupan yang berlangsung penuh haru ini diikuti oleh 85 siswa-siswi beserta jajaran dewan guru. Turut hadir Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi, S.I.K., Dosen Madya Akpol Lemdiklat Polri AKBP Indra Heryanto, S.S., M.H., dan Wakapolsek Leihitu Ipda Johanis Darmapan, S.Tr.I.K.

Adapun lima Taruna Akpol yang menyelesaikan masa pengabdian tersebut adalah:

Brigadir Kepala Taruna Sultan Pasha Ramadhan

Brigadir Kepala Taruna Andika Thariq Siraj Simatupang

Brigadir Kepala Taruna Achmad Rasya Rifai

Brigadir Kepala Taruna Teuku Satria Nurkholid

Brigadir Kepala Taruna Narendra Darma Salman Soumena

para taruna, jajaran Polda Maluku, dosen pendamping, guru dan seluruh siswa mengabadikan momen terakhir kegiatan melalui foto bersama.

Pembentukan Karakter dan Keberanian Bermimpi

Dalam arahannya, Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi menekankan bahwa pendidikan sejati melampaui pencapaian akademik semata. Menurutnya, pendidikan adalah tentang pembentukan karakter, keberanian bermimpi, kedisiplinan, serta ketangguhan dalam menghadapi tantangan.

“Anak-anak harus berani bermimpi, percaya pada kemampuan diri sendiri, dan tidak mudah menyerah. Pendidikan bukan hanya tentang apa yang kita ketahui, tetapi bagaimana kita membentuk karakter dan mempersiapkan diri menghadapi masa depan,” ujar Rositah.

Ia juga berpesan agar para siswa terus menggali potensi diri tanpa takut memasang cita-cita setinggi langit. "Masa depan Maluku dan Indonesia ada di tangan generasi muda. Karena itu, kalian harus mempersiapkan diri sejak sekarang dengan karakter yang kuat, disiplin, dan semangat untuk terus maju,” tambahnya.

Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi, S.I.K., saat memberikan Arahan bagi para siswa

Manfaat Dua Arah bagi Taruna dan Siswa

Program pengabdian ini memberikan dampak positif dua arah (mutual benefit). Di satu sisi, para siswa Sekolah Rakyat didorong untuk memiliki disiplin dan optimisme baru. Di sisi lain, kegiatan ini menjadi wadah pembentukan mental bagi para Taruna Akpol sebelum nantinya resmi bertugas di lapangan.

Melalui interaksi langsung dengan masyarakat, para taruna dapat mengasah empati, kepedulian, dan kemampuan komunikasi. Pengalaman ini menyadarkan mereka bahwa tugas kepolisian modern tidak terbatas pada penegakan hukum semata, melainkan juga membangun kepercayaan (trustbuilding) dan memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat.

Sebagai simbol tali kasih, Dosen Madya Akpol AKBP Indra Heryanto bersama perwakilan taruna menyerahkan cenderamata kepada Kepala Sekolah Rakyat Ambon. Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama yang mengabadikan momen kehangatan antara jajaran Polda Maluku, dosen pendamping, para taruna, guru, dan seluruh siswa.

Berakhirnya masa penugasan ini meninggalkan pesan kuat dari bumi Maluku: pembangunan masa depan bangsa dimulai dari keberanian untuk mendidik, menyemai harapan, dan memastikan setiap anak mendapatkan kesempatan terbaik untuk berkembang.(EM)

Berita terkait

Mitigasi Risiko Keuangan, Pemkab Gowa Perkuat Sistem Pencegahan Kerugian Daerah

Mitigasi Risiko Keuangan, Pemkab Gowa Perkuat Sistem Pencegahan Kerugian Daerah

Gowa- Spektroom : Pemerintah Kabupaten Gowa memperketat pengawasan tata kelola keuangan demi mencegah terjadinya kerugian daerah. Langkah ini diambil untuk memastikan anggaran pemerintah fokus pada pembiayaan pembangunan dan peningkatan pelayanan publik bagi masyarakat. Pencegahan Jadi Prioritas Utama Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah, menegaskan bahwa peran pengawas internal kini tidak hanya memeriksa, tetapi

Nur Jalil Sultan, Heriyoko
Muslimin Raih Doktor, Membongkar Paradoks Digitalisasi Birokrasi di DPRD Bone

Muslimin Raih Doktor, Membongkar Paradoks Digitalisasi Birokrasi di DPRD Bone

Makassar-Spektroom: Pemerintah bisa membeli aplikasi, membangun sistem digital, dan memindahkan layanan ke layar komputer. Tetapi birokrasi tidak otomatis menjadi lebih baik. Di balik jargon transformasi digital, tetap ada manusia yang menentukan apakah teknologi benar-benar menjadi alat perubahan atau sekadar wajah baru dari cara kerja lama. Persoalan itulah yang dibedah Muslimin

Yahya Patta, Buang Supeno
Kasus Perundungan Masih Jadi PR, Pemprov Jateng Perkuat Edukasi Lewat Forum Anak Pesantren

Kasus Perundungan Masih Jadi PR, Pemprov Jateng Perkuat Edukasi Lewat Forum Anak Pesantren

Semarang-Spektroom: Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menegaskan bahwa upaya pencegahan perundungan atau bullying tidak boleh berhenti di lingkungan sekolah saja. Menurutnya, penanganan masalah ini memerlukan keterlibatan aktif dari keluarga, masyarakat, hingga berbagai lembaga pendidikan, termasuk pondok pesantren. Pernyataan tersebut disampaikan pria yang akrab disapa Gus Yasin ini usai

Sigit Budi Riyanto, Heriyoko