Bencana banjir Yang Terus Berulang di Kalbar
Spektroom – Sepanjang tahun 2025, bencana banjir menjadi cerita pahit yang terus berulang bagi masyarakat di provinsi Kalimantan Barat.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Barat mencatat, hingga 31 Desember 2025 telah terjadi 29 kejadian bencana, yang seluruhnya didominasi banjir. Dampaknya tidak kecil.
Sebanyak 459.815 jiwa terdampak, 6.654 orang terpaksa meninggalkan rumah demi keselamatan, dan tiga warga kehilangan nyawa.
“Angka ini bukan sekadar data.
Di baliknya ada keluarga yang kehilangan harta benda, mata pencaharian, bahkan orang tercinta,” ujar Ketua Satuan Tugas Informasi BPBD Kalbar, Daniel, Senin (05/01/2026).
Di sejumlah daerah, lanjut Daniel, banjir menjadi langganan musiman yang kian menguras ketabahan warga.
"Kabupaten Sambas, Bengkayang, Singkawang, hingga wilayah pedalaman seperti Kapuas Hulu, Sintang, Melawi, dan Ketapang merasakan dampak paling nyata" ujar dia lagi.

Tak hanya rumah warga, banjir juga meninggalkan jejak kerusakan serius pada infrastruktur.
BPBD mencatat sebanyak 73.664 unit rumah terdampak, sementara lima jembatan mengalami kerusakan berat.
Kerusakan ini memperpanjang penderitaan warga karena akses menuju sekolah, fasilitas kesehatan, dan pusat ekonomi ikut terganggu.
Meski demikian, di tengah bencana, solidaritas masyarakat tumbuh. Warga saling membantu mengevakuasi lansia dan anak-anak, dapur umum didirikan secara swadaya, dan relawan bahu-membahu menyalurkan bantuan.
Daniel menegaskan, banjir yang terus berulang menjadi peringatan bersama akan pentingnya kesiapsiagaan dan upaya mitigasi bencana.
“Harapannya, ke depan tidak hanya respons darurat yang diperkuat, tetapi juga langkah pencegahan agar dampak terhadap masyarakat bisa diminimalkan,” ujarnya.
Tahun 2025 mungkin telah berlalu, namun luka dan kenangan banjir masih membekas.
Bagi ribuan warga Kalimantan Barat, harapan sederhana terus mereka genggam: hujan turun tanpa membawa bencana, dan rumah kembali menjadi tempat paling aman untuk pulang.