Berkontribusi Besar pada Olahraga, KONI Sumbar Berikan Penghargaan Kehormatan untuk Munandar Maska dan Thio Hok Seng

Berkontribusi Besar pada Olahraga, KONI Sumbar Berikan Penghargaan Kehormatan untuk Munandar Maska dan Thio Hok Seng
Ketua Umum KONI Sumbar, Hamdanus, menyerahkan Penghargaan untuk alm. Munandar Maska yang diterima oleh putranya. (Foto: jiga/KONI Sumbar)

Padang-Spektroom : KONI Sumatera Barat memberikan penghargaan kehormatan kepada dua tokoh olahraga Sumbar, almarhum Drs. H. Munandar Maska dan almarhum Thio Hok Seng, yang wafat pada Sabtu, 11 Mei 2026. Piagam penghargaan diserahkan langsung Ketua Umum KONI Sumbar, Hamdanus, bersama jajaran pengurus di dua lokasi berbeda pada Kamis malam (15/5/2026). Piagam untuk Munandar Maska diserahkan di rumah duka, Komplek Karya REI Sejahtera Blok C-25 Perumnas Belimbing, Padang, dan diterima oleh putranya, Fadhillurrahman, disaksikan istri serta anak-anak almarhum lainnya. Sementara penghargaan untuk Thio Hok Seng diserahkan di Rumah Duka Hok Tek Tong (HTT), kawasan Pondok, Padang. Piagam diterima anak almarhum, Pretty Mery dan Christopher, disaksikan istri almarhum Monica Yaputra serta adik almarhum, Thio Hok Gim. Sejumlah tokoh olahraga turut hadir, di antaranya mantan juara dunia, Nanda Telambanua. Dalam piagam penghargaan yang diberikan kepada kedua tokoh olahraga itu tertulis penghormatan atas jasa dan dedikasinya bagi olahraga Sumatera Barat. “Atas nama insan olahraga Sumatera Barat memberikan penghargaan patriot olahraga asal Sumatera Barat. Terima kasih atas dedikasi dan pencapaian sepanjang hidup untuk mengharumkan nama Sumatera Barat di level nasional dan internasional,” demikian isi piagam tertanggal 13 Mei 2026 tersebut. Ketua KONI Sumbar, Hamdanus, mengatakan penghargaan itu merupakan bentuk penghormatan atas pengabdian dan prestasi kedua tokoh yang telah memberikan kontribusi besar bagi olahraga Sumatera Barat. “Kami kehilangan dua tokoh besar olahraga Sumbar. Almarhum Munandar Maska dan Thio Hok Seng telah memberikan dedikasi luar biasa di bidangnya masing-masing. Penghargaan ini menjadi bentuk penghormatan dan ucapan terima kasih insan olahraga Sumbar atas jasa-jasa beliau,” kata Hamdanus.

Penghargaan untuk alm. Thio Hok Seng diterima oleh istrinya. (Foto: jiga/KONI Sumbar)

Menurut Hamdanus, pengabdian kedua tokoh olahraga tersebut bahkan terus berlanjut melalui anak-anak mereka yang kini juga aktif di dunia olahraga. Jejak Munandar Maska, misalnya, diteruskan putranya, Fadhillurrahman, yang saat ini juga dikenal sebagai wasit karate nasional. Sementara putri Thio Hok Seng, Pretty Mery, tercatat sebagai atlet wushu Sumatera Barat. “Ini membuktikan bahwa semangat olahraga dan pengabdian diwariskan dalam keluarga mereka. Apa yang telah diperjuangkan almarhum terus hidup dan diteruskan generasi berikutnya,” ujarnya. Diketahui, Munandar Maska wafat saat menjalankan tugas sebagai wasit dalam Kejuaraan Nasional Karate di Bandung, Jawa Barat. Ia sempat tidak sadarkan diri di arena pertandingan sebelum dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 17.05 WIB. Selain dikenal sebagai wasit karate nasional, Munandar juga aktif sebagai ustaz dan pernah menjadi pengurus Masjid Raya Ganting, Padang. Sementara itu, Thio Hok Seng dikenal sebagai salah satu atlet angkat berat terbaik yang pernah dimiliki Sumatera Barat. Ia sukses mengharumkan nama Indonesia melalui torehan tiga medali emas dunia. Pada PON XI tahun 1985 di Jakarta, Hok Seng mempersembahkan medali emas untuk Sumbar. Prestasi internasionalnya berlanjut dengan raihan medali emas dunia di Lima, Peru, tahun 1987 dan kembali mempertahankannya di Luksemburg pada 1988. Tak hanya itu, Hok Seng juga mencatatkan rekor deadlift 226 kilogram di Jerman yang semakin mengukuhkan namanya di dunia angkat berat internasional. Di tingkat nasional, ia kembali menyumbangkan emas bagi Sumbar pada PON berikutnya sebelum akhirnya cedera bahu kiri membuatnya batal tampil pada PON XV tahun 2000. (RRE/jiga)

Berita terkait

Human Error Masih Mendominasi Tingginya Laka Lantas di Kalbar

Human Error Masih Mendominasi Tingginya Laka Lantas di Kalbar

Pontianak-Spektroom : Tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Kalimantan Barat masih menjadi perhatian serius aparat kepolisian. Evaluasi Direktorat Lalu Lintas Polda Kalbar menunjukkan sebagian besar insiden di jalan raya dipicu faktor kelalaian manusia atau human error, mulai dari rendahnya disiplin berkendara, pelanggaran aturan lalu lintas, hingga kurangnya konsentrasi pengendara. Meski demikian,

Apolonius Welly, Rafles
Menteri Kelautan dan Perikanan: Pemerintah Sedang Membenahi Sektor Hulu Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih

Menteri Kelautan dan Perikanan: Pemerintah Sedang Membenahi Sektor Hulu Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih

Tanjungpinang-Spektroom : Propinsi Kepulauan Riau (Kepri) telah memiliki pabrik pengolahan ikan yang di bangun di atas tanah seluas 3,4 hektar untuk mendorong penguatan Hilirisasi Perikanan. Pabrik tersebut diresmikan Meteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dan Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad di tandai dengan penanda-tanganan secara bersama di PT Bintan

Desmawati, Rafles