Bertahan dan Beradaptasi, Koperasi TKBM Pontianak Menjaga Asa Pekerja Pelabuhan
Spektroom - Di tengah arus modernisasi dan perubahan sistem kerja di Pelabuhan Pontianak, Koperasi Jasa Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Karya Pelabuhan Pontianak tetap berdiri kokoh.
Hal itu tergambar dalam pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-XXXVI Tahun Buku 2025 yang digelar Selasa (10/02/2026) di salah satu hotel di Kota Pontianak.
RAT ini bukan sekadar agenda rutin tahunan. Lebih dari dua pertiga anggota aktif dari sekitar 500 anggota yang masih terdaftar hingga 2026 hadir langsung, menjadi penanda kuatnya rasa memiliki dan solidaritas di tubuh koperasi yang telah puluhan tahun menjadi penopang kehidupan pekerja pelabuhan.

Rapat tersebut turut dihadiri dan disaksikan oleh mitra kerja di Pelabuhan Pontianak serta Dinas Koperasi sebagai pembina, menegaskan posisi Koperasi TKBM sebagai mitra strategis dalam ekosistem kepelabuhanan.

Ketua Koperasi Jasa TKBM Karya Pelabuhan Pontianak, Sabirin Sony, dalam laporannya menegaskan bahwa koperasi yang dipimpinnya masih eksis dan beroperasi aktif memberikan pelayanan jasa tenaga kerja terbaik di pelabuhan.
Di tengah kemajuan teknologi dan modernisasi pelabuhan, koperasi justru dituntut untuk terus beradaptasi.
“Konsekuensinya, kami harus meningkatkan kemampuan teknis pelayanan. Salah satunya melalui pelatihan agar pekerja semakin terampil dan mampu mengikuti perkembangan sistem kerja di pelabuhan,” ujar Sabirin.
Namun, menurutnya, pelayanan jasa bukan satu-satunya fokus koperasi. Keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan anggota menjadi komitmen yang tidak bisa ditawar.
Setiap anggota TKBM, kata Sabirin, selalu dibekali perlengkapan keselamatan kerja seperti rompi, helm, dan sepatu kerja yang disediakan koperasi setiap tahun.
“Kami sadar, pekerjaan bongkar muat memiliki risiko tinggi. Karena itu, keselamatan dan kesehatan pekerja adalah kewajiban koperasi,” katanya.
Selain perlengkapan keselamatan, seluruh anggota juga dilindungi jaminan asuransi.
Sementara untuk kesejahteraan, koperasi secara konsisten membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) setiap Idul Fitri sebuah hal yang bagi para pekerja menjadi bentuk nyata kehadiran koperasi dalam kehidupan mereka.
Sabirin tak menampik, pengelolaan koperasi TKBM sangat dipengaruhi dinamika dan fluktuasi perekonomian.
Namun dengan kebersamaan dan kepercayaan anggota, koperasi diyakini mampu terus bertahan.
“Inilah yang kami kelola melalui Koperasi TKBM. Bertahan, beradaptasi, dan tetap berpihak pada anggota,” tutupnya.
Di tengah perubahan zaman, Koperasi TKBM Karya Pelabuhan Pontianak menjadi bukti bahwa solidaritas dan semangat kolektif masih menjadi fondasi kuat bagi pekerja pelabuhan untuk terus melangkah ke depan.