Bitombang, Kampung Tua di Kabupaten Kepulauan Selayar Dengan Rumah Unik
Kepulauan Selayar-Spektroom : Kabupaten Kepulauan Selayar memiliki perkampungan tua yang bangunan rumahnya sebagian masih dipertahankan keunikannya yaitu tiang bagian belakang tinggi, sedangkan bagian depan sangat pendek, bahkan rata dengan tanah sesuai topografi tanahnya. Nama kampung ini Bitombang.
Bitombang terletak di Desa Bontobangun, Kecamatan Bontoharu, Kabupaten Kepulauan Selayar Sulawesi Selatan, sekitar 7 km dari Benteng , ibukota Kabupaten Kepulauan Selayar ke arah Timur. Sudah bisa dijangkau dengan kendaraan roda empat dan juga roda dua dengan waktu tempuh hanya sekitar 30 menit, karena jalannya sudah diaspal.
Sekitar kampung masih dikelilingi lingkungan asri dengan pohon-pohon tinggi yang tumbuh alami, membuat suasana cukup segar walaupun pada siang hari yang terik.
Karena tanahnya terletak di dataran tinggi, tidak mungkin menemukan air dengan cara menggali sumur, maka sumber air yang digunakan penduduk kampung untuk mandi dan bahkan minum, ternyata berasal dari mata air dari gunung yang lebih tinggi. Penduduk setempat menamakannya dalam bahasa daerah Selayar "Je'ne' ta'bussu" atau air jatuh, maksudnya air terjun.
Saat ini Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar sudah menetapkan Kampung Tua Bitombang sebagai salah satu destinasi wisata di Kabupaten Kepulauan Selayar.
Bahasa Selayar digolongkan salah satu dialek Bahasa Makassar. Selain dialek Selayar, ada pula dialek Konjo yang digunakan di Kampung Bira dan Suku Kajang Bulukumba, serta Jeneponto yang juga mempunyai ciri khas. Baik Selayar, Konjo maupun Jeneponto bahkan juga Makassar (kota) bisa saling mengerti bila berkomunikasi menggunakan bahasa masing-masing, namun punya ciri khas dan kosa kata yang berbeda walaupun tetap dalam rumpun Bahasa Makassar.
Kabupaten Kepulauan Selayar sendiri, adalah satu-satunya kabupaten di Sulawesi Selatan yang seluruh wilayahnya berupa kepulauan atau tidak berada di daratan pulau Sulawesi. Sebagian pulaunya bahkan lebih dekat ke Bali dan Buton daripada ke Pulau Sulawesi. Sebagai perbandingan, Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), salah satu kabupaten kepulauan di Sulawesi Selatan, namun ibukotanya terletak di daratan pulau Sulawesi. Hal inilah yang membedakan dengan Selayar, dan hal ini pulalah mengapa Kabupaten Selayar mendapat status "Kabupaten Kepulauan". Kata Kepulauan melekat pada nama kabupaten ini.
Sejak menjadi Kabupaten Kepulauan, transportasi yang menghubungkan Makassar ke Selayar semakin banyak, difasilitasi pemerintah. Bisa dengan pesawat terbang melalui Bandara Hasanuddin Mandai Makassar ke Bandara Aruppala Selayar, dengan harga tiket Rp.300.000 (harga subsidi). Penerbangan ditempuh sekitar 45 menit saja. Letak Bandara Selayar kurang lebih 10 km ke arah Selatan dari Kota Benteng, ibukota Kabupaten Kepulauan Selayar.
Berikutnya berupa Bus yang berangkat malam ke Bulukumba. Dari Makassar ke Pelabuhan Ferry Bira ditempuh 4 sampai 5 jam. Kemudian menyeberang dengan kapal ferry pada subuh atau pagi harinya dari Pelabuhan Bira ke Pelabuhan Pammatata Selayar. Penyeberangan ditempuh sekitar satu setengah sampai dua jam. Adapun Pelabuhan Kapal Motor Penyeberangan Ferry Pammatata, jaraknya sekitar 42 km dari arah Utara Kota Benteng. Pada waktu normal, penyeberangan dilakukan 2 sampai 3 kali sehari, namun untuk melayani pemudik, bisa 2 kali lebih banyak dengan menambah armada kapal.
Alternatif lain berupa Kapal Motor Ferry Penyeberangan yang bisa memuat mobil langsung dari Pelabuhan Laut Sukarno-Hatta Makassar ke Pelabuhan Laut Rauf Rahman Benteng Selayar, dengan harga tiket tanpa mobil Rp.170.000. per orang. Sedangkan biaya pengangkutan mobil bervariasi sesuai type dari Rp.500.000 sampai dengan Rp.800.000.

Selanjutnya bisa juga dengan kapal PELNI Sabuk Nusantara (khusus penumpang orang/tidak memuat mobil) dengan jadwal tertentu juga langsung dari Pelabuhan Laut Makassar ke Pelabuhan Laut Benteng, dengan harga tiket hanya Rp.30.000. Inilah alternatif angkutan termurah. Alternatif lain adalah menggunakan jasa mobil perusahaan travel dengan biaya Rp.250.000 per orang melalui pelabuhan Ferry Bira Bulukumba. Namun untuk alternatif terakhir ini, kendaraan tidak ikut naik ke kapal ferry, untuk mengurangi biaya perusahaan jasa, sehingga barang bawaan harus diangkat ke kapal kemudian di pelabuhan Selayar akan dijemput dengan mobil dari perusahaan yang sama.
(Feature oleh: Nur Jalil Sutan)