BKPSDM Banyumas Hadirkan Program Jempol Serasi, Dekatkan Layanan Kepegawaian pada ASN
Banyumas-Spektroom: Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Banyumas meluncurkan program Jemput Bola Serap Aspirasi (Jempol Serasi) sebagai upaya mendekatkan layanan kepegawaian kepada aparatur sipil negara (ASN) di seluruh wilayah kecamatan selama tahun 2026.
Kepala BKPSDM Kabupaten Banyumas, Eko Prijanto, mengatakan program tersebut dirancang untuk memudahkan ASN memperoleh informasi dan layanan kepegawaian secara langsung tanpa harus datang ke kantor BKPSDM.
Melalui kegiatan yang digelar secara bertahap di berbagai kecamatan, ASN dapat berkonsultasi sekaligus menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi dalam pelaksanaan tugas.
“Masih banyak ASN yang belum memahami secara menyeluruh aturan dan layanan kepegawaian. Karena itu, kami hadir lebih dekat agar mereka mendapatkan informasi yang benar sekaligus ruang untuk berdiskusi dan menyampaikan aspirasi,” ujar Eko, Jumat (19/6/2026).
Dalam setiap pelaksanaan Jempol Serasi, Eko didampingi para kepala bidang dan jajaran BKPSDM untuk memberikan penjelasan mengenai berbagai aspek manajemen kepegawaian.
Materi yang disampaikan meliputi kenaikan pangkat, mutasi dan promosi jabatan, pengembangan kompetensi ASN, pembaruan data melalui aplikasi MyASN, pengelolaan kinerja pegawai, Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), hingga ketentuan terkait disiplin pegawai.
Program ini juga menjadi sarana bagi BKPSDM untuk menyerap masukan dari ASN di lapangan sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang memerlukan tindak lanjut.
Selain sosialisasi layanan kepegawaian, BKPSDM turut menekankan pentingnya disiplin kerja, khususnya terkait presensi pegawai. Eko menjelaskan bahwa saat ini Pemerintah Kabupaten Banyumas telah menerapkan sistem presensi berbasis aplikasi melalui Simpatik Integrasi yang memudahkan ASN melakukan absensi sekaligus mendukung pengelolaan data kehadiran secara lebih akurat.
Menurutnya, data yang terintegrasi tidak hanya mempermudah proses administrasi kepegawaian, tetapi juga menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan dan monitoring kinerja ASN.
“Dengan sistem yang terintegrasi, data kehadiran ASN menjadi lebih akurat dan dapat dipantau secara aktual. Ini mendukung peningkatan disiplin pegawai sekaligus mempermudah pengawasan oleh pimpinan,” katanya.
Melalui Jempol Serasi, BKPSDM Banyumas berharap pelayanan kepegawaian semakin mudah diakses serta mampu meningkatkan pemahaman ASN terhadap regulasi dan tata kelola kepegawaian yang berlaku.