BMGK : Cuaca Ekstrim Terjadi Hingga Februari
Spektroom – Cuaca ekstrim yang terjadi di beberapa daerah termasuk Wilayah Surakarta diprediksi masih akan berlangsung hingga bulan Februari mendatang.
Dengan adanya cuaca yang ditandai dengan tiba tiba hujan lebat yang kadang disertai angin dan petir itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat termasuk di wilayah Solo Raya untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang ditandai hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat .
Di konfirmasi ( Jumat, 16/01/2025 ) Prakirawan Cuaca BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Rany Puspita, menjelaskan fenomena hujan lebat dipengaruhi oleh kuatnya angin monsun dari Asia dimana massa udara yang bergerak dari utara khatulistiwa membawa banyak uap air sehingga memicu pertumbuhan awan hujan yang masif di Jawa Tengah.
"Perkiraan cuaca untuk kondisi seperti ini hujan sedang hingga lebat atau sangat lebat terutama di wilayah Solo Raya ini masih ada potensi hingga bulan Februari," ujar Rany Puspita
Dinamika atmosfer yang terjadi juga menyebabkan adanya pertemuan serta belokan angin di wilayah Jawa Tengah yang memperkuat potensi cuaca buruk.
Masyarakat diminta untuk mengenali tanda-tanda alam dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang bisa terjadi sewaktu-waktu di lingkungan sekitar.
Beberapa potensi bencana yang perlu diantisipasi antara lain banjir, tanah longsor, angin kencang atau puting beliung, hingga ancaman sambaran petir. Selain itu, potensi pohon tumbang dan banjir bandang juga masih menjadi ancaman serius selama intensitas curah hujan tetap tinggi di wilayah pegunungan.
"Potensi bencana yang dapat terjadi bisa berupa banjir, kemudian tanah longsor, angin kencang atau puting beliung, sambaran petir, pohon tumbang, banjir bandang itu masih mungkin terjadi," jelas Rany menambahkan.
Dihimbau agar masyarakat tetap tenang namun selalu waspada dengan rutin memantau perkembangan informasi cuaca melalui sumber resmi yang terpercaya.
Selain itu Setiap arahan dari pemerintah maupun instansi terkait kebencanaan harus diikuti guna meminimalisir risiko jatuhnya korban maupun kerugian materiil.( Dan )