BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Sejumlah Perairan di Maluku Utara Masih Terjadi Gelombang Tinggi

BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Sejumlah Perairan di Maluku Utara Masih Terjadi Gelombang Tinggi
Sumber:BMKG

Ternate-Spektroom : BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi pada sebagian besar perairan di Wilayah Maluku Utara mulai tanggal 24 - 27 April 2026.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate melalui Prakiraan Dewi Makhrantika Madiong dalam releasenya Kamis (23/4/2026) mengatakan, pola angin di Wilayah Indonesia bagian Utara umumnya bergerak dari Timur Laut hingga Timur dengan kecepatan angin berkisar 4 - 20 knot. Sedangkan Wilayah Indonesia bagian Selatan umumnya bergerak dari Timur hingga Tenggara dengan kecepatan angin berkisar 4 - 25 knot.

"Rata-rata tinggi gelombang di perairan Maluku Utara mencapai 1,25 - 2,5 meter," ujar Fauzi. Tinggi gelombang tersebut berpeluang terjadi di perairan Barat Laut Morotai, Timur Laut Morotai, Perairan Gebe, Halmahera Barat, Perairan Tenggara Morotai, Kepulauan Loloda dan Perairan Kepulauan Batang Dua.

Dengan kondisi ini beresiko terhadap keselamatan pelayaran, perahu nelayan apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter, kapal tongkang apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.

Kepada nakhoda maupun motoris serta masyarakat pengguna jasa transportasi laut diminta untuk tingkatkan kewaspadaan dalam berlayar, jika kondisi Laut gelombang tinggi jangan memaksakan kehendak untuk berlayar dan menangguhkan keberangkatan demi keselamatan.

Perusahaan Pelayaran juga masyarakat hendaknya selalu memperoleh informasi dari BMKG serta instansi berwenang tentang kondisi cuaca dan tinggi gelombang.

Berita terkait

Kota Padang Jadi Pilot Project Nasional Digitalisasi Bansos, Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran

Kota Padang Jadi Pilot Project Nasional Digitalisasi Bansos, Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran

Padang-Spektroom : Kota Padang terpilih menjadi salah satu daerah percontohan (pilot project) nasional untuk program percepatan transformasi digitalisasi penyaluran Bantuan Sosial (Bansos). Langkah strategis ini bertujuan untuk meningkatkan akurasi data serta memastikan bantuan pemerintah sampai kepada warga yang benar-benar membutuhkan secara transparan dan akuntabel. Hal tersebut dibahas dalam Kunjungan Komite Percepatan

Rafles