'Sapa Sing Tekun Bakale Tekan', Siti Nafiah Pergi Haji Dari Jualan Tempe

'Sapa Sing Tekun Bakale Tekan', Siti Nafiah Pergi Haji Dari Jualan Tempe
Ibu Siti Nafiah berhasil mewujudkan mimpinya pergi haji bersama suami Mei 2026. (Foto/Sigit)

Pati-Spektroom: Pepatah Jawa mengatakan "Sapa sing Tekun Bakale Tekan", yang artinya Siapa orangnya terus berusaha, akan sampai pada tujuannya.

Hal itu dibuktikan oleh seorang ibu penjual tempe warga Dukuh Kedung Panjang Desa Soneyan bernama Siti Nafiah, dengan kemauan kuat mampu mengalahkan keterbatasan ekonomi sehari-hari.

Selama lebih dari dua dekade, ia memproduksi tempe sederhana untuk dijual ke pelanggan sekitar kampungnys setiap hari.

Dari penghasilan terbatas, ia tetap disiplin menabung meski harus berbagi dengan berbagai kebutuhan hidup yang mendesak.

Setiap hari, ia menyisihkan sekitar sepuluh ribu rupiah sebagai tabungan meski jumlah tersebut terasa sangat kecil. Dalam sepekan, ia berusaha mengumpulkan seratus ribu rupiah. Upaya ini sebagai langkah nyata untuk mendekatkan diri pada impian berhaji.

“Kalau ada kebutuhan lain ya tidak bisa nabung, tapi tetap diusahakan sedikit-sedikit. Menabung harus kita jaga meski kondisi ekonomi keluarga tidak selalu mendukung setiap waktu,” ujar Siti Nafiah di rumahnya, Jumat, 24 April 2026.

Ketekunan menyisihkan uang dari jualan tempe selama 14 tahun mengantarkan bu Siti menembus mimpi untuk berangkat haji. Keinginannya akan segera terwujud untuk berangkat haji ke tanah suci pada tahun ini.

Pada tahun 2012, ia memutuskan mendaftar haji dengan keyakinan kuat meski mengetahui masa tunggu sangat panjang. Selama 14 tahun, ia terus menabung sebagai bukti kesabaran dan komitmen terhadap impian yang ingin diwujudkan.

“Senang sekali, tidak menyangka bisa berangkat dari jualan tempe. Saya berangkat bersama suami dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada 7 Mei setelah perjuangan panjang tanpa menyerah,” kata Siti Nafiah dengan penuh rasa syukur.

Kisah ini menunjukkan kekuatan tekad dan konsistensi mampu mengubah hal kecil menjadi jalan menuju pencapaian besar. Perjuangan Siti Nafiah menjadi pengingat bahwa harapan dapat tumbuh dari kesederhanaan jika dijaga dengan kesungguhan. (Ap).

Berita terkait

Kejurprov Tinju Amatir Elite Se Riau Digelar di Bangkinang Kab Kampar, Jadi Ajang Seleksi PON Beladiri

Kejurprov Tinju Amatir Elite Se Riau Digelar di Bangkinang Kab Kampar, Jadi Ajang Seleksi PON Beladiri

Pekanbaru-Spektroom : Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PERTINA) Provinsi Riau akan menggelar Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Tinju Amatir Elite 2026 di Bangkinang, Kabupaten Kampar, pada 3–7 September 2026. Kejuaraan tersebut menjadi ajang seleksi atlet yang akan memperkuat kontingen Riau pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri di Manado, Sulawesi Utara, Oktober mendatang. Ketua

Salman Nurmin, Julianto
Wakil Pemkab Jeneponto, Bersinar di PKN Tingkat II, Dr.St.Meriam Raih Predikat Peserta Terbaik

Wakil Pemkab Jeneponto, Bersinar di PKN Tingkat II, Dr.St.Meriam Raih Predikat Peserta Terbaik

Makassar-Spektroom : Prestasi membanggakan kembali ditorehkan aparatur Pemerintah Kabupaten Jeneponto pada ajang Pendidikan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan IV Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sulawesi Selatan. Pada pengumuman hasil PKN Tingkat II yang dilaksanakan Jumat (31/7/2026) di Kampus BPSDM Provinsi Sulawesi

Yahya Patta, Julianto
ссс