BMKG Peringatkan Potensi Hujan di Malut 1 - 7 Januari 2026
Spektroom - BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate mengeluarkan peringatan dini cuaca terkait potensi peningkatan curah hujan di wilayah Provinsi Maluku Utara. Peringatan dini yang dirilis pada Kamis (1/1/2026) berlaku untuk periode 1 hingga 7 Januari 2026.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate Sakimin mengatakan, kondisi dinamika atmosfir saat ini terpantau adanya pertemuan angin yang menyebabkan penumpukan massa udara di sekitar wilayah Maluku Utara. Kondisi tersebut wilayah Maluku Utara Cerah Berawan dan hujan ringan.
“Secara umum, cuaca di Maluku Utara selama periode tersebut diprakirakan cerah berawan hingga hujan ringan. Namun perlu diwaspadai adanya peningkatan curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat terjadi secara fluktuatif pada pagi, siang, sore, malam, hingga dini hari,” ujar Sakimin.
BMKG juga mengingatkan potensi dampak turunan dari fenomena hidrometeorologi tersebut, antara lain banjir, banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang, berkurangnya jarak pandang, serta angin kencang. Prakiraan cuaca di Maluku Utara secara rinci adalah sebagai berikut:
1 - 2 Januari 2026 Berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang di sebagian besar wilayah Kabupaten Pulau Morotai, Halmahera Utara, Halmahera Barat, Kota Tidore Kepulauan, Kota Ternate, Halmahera Tengah, Halmahera Timur, Halmahera Selatan, Kepulauan Suka serta Pulau Taliabu dan sekitarnya.
3 - 4 Januari 2026 Potensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat disertai petir dan angin kencang, diprakirakan terjadi di sebagian kecil wilayah Kabupaten Pulau Morotai, Halmahera Utara, Halmahera Barat, Kota Tidore Kepulauan, Kota Ternate, Halmahera Tengah, Halmahera Timur, Halmahera Selatan, Kepulauan Suka serta Pulau Taliabu dan sekitarnya.
4 - 7 Januari 2026 Potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang diprakirakan kembali terjadi di sebagian besar wilayah Kabupaten Pulau Morotai, Halmahera Utara, Halmahera Barat, Halmahera Timur, Halmahera Tengah, Kota Tidore Kepulauan, Kota Ternate, Halmahera Selatan, Kepulauan Sula dan sekitarnya.
BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk memastikan kesiapan infrastruktur serta sistem pengelolaan sumber daya air dalam mengantisipasi peningkatan curah hujan. Selain itu, koordinasi dan komunikasi antarinstansi terkait perlu ditingkatkan guna mendukung kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi.
“Masyarakat juga diharapkan mengenali potensi bencana di lingkungan masing-masing dan mulai melakukan upaya pengurangan risiko, seperti tidak membuang sampah sembarangan, bergotong royong menjaga kebersihan lingkungan, serta menata kawasan sekitar tempat tinggal,” kata Sakimin.
Para pemangku kepentingan dan seluruh komponen masyarakat dapat meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi terjadinya bencana hidrometrologi di wilayah Maluku Utara dan selalu mengikuti informasi resmi dari Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate melalui Instagram @bmkg_malut, Facebook Stamet Sultan Babullah Ternate, Whatsapp +62812-4112-8229, Email : stamet.tternate@bmkg.go.id, website : https://cuaca.bmkg.go.id, Aplikasi Playstore/Appstore : Info BMKG dan Call Centre 196.