Trending

BNPB: Kekeringan Meluas di Sejumlah Daerah, Ribuan Warga Terima Bantuan Air Bersih

BNPB: Kekeringan Meluas di Sejumlah Daerah, Ribuan Warga Terima Bantuan Air Bersih
BPBD Kabupaten Banjarnegara mendistribusikan air bersih kepada warga terdampak kekeringan. Dokumentasi: BPBD Kabupaten Banjarnegara.(Foto Dok BPBD Banjarnegara)

Jakarta-Spektroom : Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan perkembangan situasi bencana di Indonesia pada periode 6–7 Juli 2026. Memasuki musim kemarau, sejumlah wilayah di Pulau Jawa mengalami kekeringan yang menyebabkan krisis air bersih, sehingga pemerintah daerah bersama instansi terkait menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak.

Berdasarkan laporan BNPB, kekeringan terjadi di sejumlah daerah di Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Barat akibat menurunnya curah hujan serta berkurangnya debit sumber air.

Di Kabupaten Jember, Jawa Timur, sebanyak 125 kepala keluarga di Desa Sumberpinang, Kecamatan Pakusari, terdampak kekeringan sejak 1 Juli 2026. Pada Senin (6/7/2026), BPBD Kabupaten Jember bersama Palang Merah Indonesia (PMI) mendistribusikan 4.000 liter air bersih kepada warga di Dusun Bunder.

Selain itu, di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, warga Kalurahan Semugih, Kapanewon Rongkop, mengalami kesulitan memperoleh air bersih akibat menurunnya intensitas hujan. BPBD Kabupaten Gunungkidul menyalurkan 40.000 liter air bersih kepada masyarakat terdampak.

Di Jawa Tengah, sebanyak 4.244 warga di Kecamatan Bawang dan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, mengalami kekurangan air bersih. BPBD setempat mendistribusikan delapan truk tangki dengan total 80.000 liter air ke Desa Gemuruh dan Desa Somawangi.

Kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Cilacap, Grobogan, dan Banyumas. Di Cilacap, delapan desa di enam kecamatan mengalami defisit air bersih dengan total 6.275 jiwa terdampak. BPBD mendistribusikan 30.000 liter air bersih ke sejumlah desa terdampak.

Sedangkan di Kabupaten Banyumas, kekeringan melanda Kecamatan Purwokerto Timur dan Karanglewas. Sebanyak 4.614 jiwa terdampak, dengan distribusi bantuan sebanyak 15.000 liter air bersih menggunakan mobil tangki.

Di Jawa Barat, kekeringan juga melanda Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor. Sebanyak 120 kepala keluarga atau 555 jiwa mengalami kekurangan air bersih akibat musim kemarau yang dipicu anomali iklim. BPBD Kabupaten Bogor menyalurkan 10.000 liter air bersih ke Kampung Ciburial dan Landeuh.

BNPB mengimbau masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi kering dengan menghemat penggunaan air, menyiapkan cadangan air bersih, memperbaiki kebocoran saluran air, serta memanfaatkan kembali air yang masih layak digunakan.

Selain itu, masyarakat juga diminta tetap waspada terhadap potensi bencana geologi seperti gempa bumi dengan menyiapkan tas siaga bencana dan terus memantau informasi resmi dari BNPB, BPBD, maupun BMKG.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan langkah-langkah kesiapsiagaan masyarakat menjadi bagian penting dalam mengurangi dampak bencana selama musim kemarau maupun menghadapi potensi bencana lainnya.(**).

Berita terkait

Sadewo Ingin Banyumas Jadi Pusat Pendidikan Unggulan di Jawa Tengah

Sadewo Ingin Banyumas Jadi Pusat Pendidikan Unggulan di Jawa Tengah

Banyumas-Spekttoom ,: Pemerataan akses pendidikan dan peningkatan kualitas pembelajaran menjadi tantangan yang perlu dijawab Kabupaten Banyumas untuk mencetak generasi muda berdaya saing. Pemerintah daerah menargetkan Banyumas berkembang menjadi salah satu pusat pendidikan unggulan di Jawa Tengah, tanpa mengesampingkan kesempatan belajar bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Bupati Banyumas Sadewo

Bian Pamungkas
Wako Tanjungpinang Tekankan Kepemimpinan Sekolah yang Reponsif dan Berorientasi pada Peserta Didik

Wako Tanjungpinang Tekankan Kepemimpinan Sekolah yang Reponsif dan Berorientasi pada Peserta Didik

Tanjungpinang–Spektroom : Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah memimpin rapat Koornasi (Rakor) bersama para Kepala Sekolah se-Kota Tanjungpinang untuk mendorong terbangunnya kesamaan langkah diantara satuan pendisikan dalam menyelesaikan persoalan secara cepat dan tepat. Rakor bersama Kepala sekolah se-Kota Tanjungpinang tersebut Wako, didampingi Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Raja Ariza di Aula

Desmawati, Rafles