BNPT RI Memperkuat Pencegahan Tindak Pidana Terorisme Melalui Sistem Pengamanan pada Objek Vital Nasional
Tanjungpinang-Spektroom : Geografis Kepulauan Riau (Kepri) yang berhadapan langsung dengan negara negara Asean dan jalur Pelayaran Internasional memiliki tantangan tersendiri dalam menjaga stabilitas keamanan.
Badan Nasional Penanggulangan Terosisme (BNPT) Republik Indonesia terus memperkuat upaya pencegahan tindak pidana terorisme melalui peningkatan sistim pengamanan pada objek vital nasional.
BNPT-RI mewujudkan langkah tersebut melakukan sosialisasi dan asesmen sistem pengamanan yang dilakukan di PT PLN Indonesia Power Tanjungpinang.
Sosialisasi dan Asesmen yang berlangsung hingga 25 Juni 2026 bertujuan untuk memastikan kesiapsiagaan dan efektifitas sistem keamanan pembangkit listrik dalam menghadapi berbagai potensi ancaman termasuk ancaman terorisme.
Kepala BNPT RI Komjen Polisi Edy Hatono menegaskan pembangkit listrik merupakan salah satu objek vital nasional yang memiliki peran strategis dalam mendukung aktivitas masyarakat serta roda perekonomian nasional. Oleh karena itu perlindungan terhadap fasilitas tersebut harus menjadi perhatian bersama.
“Pembangkit listrik merupakan infrastruktur strategis yang menopang berbagai sektor kehidupan.Karena itu,peningkatan sistem pengamanan dari berbagai potensi ancaman, teramsuk terorisme, harus terus dilakukan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Dijelaskannya, asesmen sistem pengamanan yang dilakukan BNPT merupakan implementasi dari undang undang nomor 5 tahun 2018 tentang pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.
Sementera Manajer PT PLN Indonesia Power Tanjungpinang Andi Taufik Saputra mendukung penuh program mitigasi dan asesmen keamanan yang di lakukan BNPT RI .
“Sebagai pengelola pembangkit listrik kami berkomitmen menjaga keamanan fasilitas dan memastikan pelayanan kelistrikan tetap berjalan optimal. Berbagai langkah mitigasi telah kami siapkan untuk menghadapi berbagi potensi resiko termasuk Anaman terorisme.” Jelasnya.
Ia menambahkan, sejumlah langkah yang telah diterapkan di PLTD Tanjungpinang dan PLTU Tanjung Balai Karimun antara lain penyusunan prosedur mitigasi tindak pidana terorisme yang terintegrasi dengan sistem pengamanan pembangkit, penyediaan perangkat pendukung keamanan, pelatihan bersertifikasi bagi personel keamanan, hingga pelaksanaan evaluasi keamanan secara berkala.

Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan BNPT terhadap penguatan sistem keamanan objek vital nasional di Kepulauan Riau.
Menurutnya, posisi geografis Kepulauan Riau yang berada di wilayah perbatasan negara serta jalur pelayaran internasional menjadikan daerah ini memiliki tantangan tersendiri dalam menjaga stabilitas keamanan.
“Kepulauan Riau merupakan wilayah yang sangat strategis karena berbatasan langsung dengan negara tetangga dan berada di jalur perdagangan internasional. Karena itu, upaya pencegahan dan mitigasi terhadap berbagai potensi ancaman, termasuk terorisme, menjadi sangat penting,” ujar Nyanyang.
Ia menegaskan Pemprov Kepri mendukung penuh program BNPT dalam memperkuat sistem pengamanan objek vital nasional, termasuk fasilitas pembangkit listrik yang menjadi penopang utama aktivitas masyarakat dan dunia usaha.
“Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan pengelola objek vital harus terus diperkuat agar Kepri tetap aman, kondusif, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan,” tutupnya.