BPBD Jember Kembali Distribusikan Air Bersih bagi Warga Terdampak Kekeringan

BPBD Jember Kembali Distribusikan Air Bersih bagi Warga Terdampak Kekeringan
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember, salurkan air bersih kepada warga terdampak kekeringan, Rabu (19/08/2026) (Foto BPBD Jember)

Jember-Spektroom : Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember kembali bergerak menangani dampak kekeringan dengan mendistribusikan bantuan air bersih kepada masyarakat di Desa Sumberjeruk, Kecamatan Kalisat, kabupaten Jember, Jawa Timur, pada Rabu (19/08/2026). Sebanyak 5.000 liter air bersih disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat musim kemarau.

Distribusi tersebut merupakan penyaluran air bersih ke-18 di wilayah terdampak. Bantuan menyasar dua lokasi, yakni Dusun Kidul dan Dusun Karangpring, Desa Sumber Jeruk, kecamatan Kalisat, kabupaten Jember. Berdasarkan hasil asesmen, terdapat sekitar 77 kepala keluarga (KK) yang membutuhkan pasokan air bersih.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember, Teguh Adi Prasetyo, mengatakan distribusi air bersih merupakan bentuk respons terhadap kebutuhan masyarakat yang mengalami keterbatasan sumber air selama musim kemarau.

Bantuan air bersih bagi warga terdampak kemarau panjang (Foto BPBD Jember)

“Kami melihat kebutuhan air bersih masyarakat di dua dusun ini masih cukup tinggi. Karena itu, BPBD melakukan distribusi untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga, terutama untuk keperluan sehari-hari,” jelas Teguh.

Menurutnya, distribusi air bersih akan terus dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi di lapangan. Pemantauan terhadap kebutuhan masyarakat juga menjadi bagian penting agar bantuan dapat diberikan secara tepat sasaran.

“Kami terus melakukan pemantauan bersama perangkat desa, RT dan RW. Bantuan air bersih ini sifatnya untuk membantu masyarakat selama sumber air belum mencukupi. Kami juga mengimbau warga agar menggunakan air secara bijak dan memprioritaskan untuk kebutuhan yang paling penting,” tambahnya.

Dalam penanganan tersebut, BPBD Kabupaten Jember berkoordinasi dengan perangkat desa, RT/RW, serta masyarakat setempat. Kolaborasi tersebut diperlukan untuk memastikan proses distribusi berjalan tertib dan bantuan dapat diterima oleh warga yang benar-benar membutuhkan.

Berdasarkan hasil penanganan, BPBD merekomendasikan agar distribusi air bersih ke lokasi terdampak dilakukan setiap tiga hari sekali dengan kapasitas 5.000 liter. Frekuensi tersebut akan disesuaikan dengan kondisi sumber air dan kebutuhan masyarakat selama musim kemarau.

Distribusi air bersih menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Kabupaten Jember dalam menghadapi dampak kekeringan. Selain pemenuhan kebutuhan air melalui bantuan tangki, pemantauan kondisi wilayah dan koordinasi lintas sektor terus dilakukan untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses terhadap kebutuhan dasar. (budi)

Berita terkait

Blok Masela di Depan Mata, Michael Wattimena: Anak Maluku Harus Siap Masuk Industri Migas

Blok Masela di Depan Mata, Michael Wattimena: Anak Maluku Harus Siap Masuk Industri Migas

Ambon-Spektroom : Blok Masela diproyeksikan mulai memasuki fase produksi pada 2029–2030. Momentum ini dinilai harus diikuti dengan kesiapan sumber daya manusia Maluku agar putra-putri daerah dapat mengambil bagian dalam industri migas tersebut. Tenaga Ahli Menteri ESDM RI sekaligus Komisaris Pertamina International Shipping, Michael Wattimena, mengatakan salah satu langkah yang perlu

Eva Moenandar, Bian Pamungkas, Pelinus Latuheru
Dampak Erupsi Anak Krakatau, 56 Penerbangan Jakarta-Padang di BIM Dibatalkan dalam 2 Hari

Dampak Erupsi Anak Krakatau, 56 Penerbangan Jakarta-Padang di BIM Dibatalkan dalam 2 Hari

Padang-Spektroom : Operasional Bandara Internasional Minangkabau (BIM) terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Sebanyak 56 penerbangan rute Jakarta-Padang dibatalkan sejak Minggu (6/9/2026) hingga Senin (7/9/2026). Pembatalan mencakup penerbangan dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta serta Bandara Halim Perdanakusuma. Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi keselamatan penumpang dan awak pesawat

Diah Utami, Bian Pamungkas