Blok Masela di Depan Mata, Michael Wattimena: Anak Maluku Harus Siap Masuk Industri Migas
Ambon-Spektroom : Blok Masela diproyeksikan mulai memasuki fase produksi pada 2029–2030. Momentum ini dinilai harus diikuti dengan kesiapan sumber daya manusia Maluku agar putra-putri daerah dapat mengambil bagian dalam industri migas tersebut.
Tenaga Ahli Menteri ESDM RI sekaligus Komisaris Pertamina International Shipping, Michael Wattimena, mengatakan salah satu langkah yang perlu diperkuat adalah memberikan pengalaman kerja kepada lulusan asal Maluku yang telah menempuh pendidikan di Akademi Minyak dan Gas (Akamigas).
Menurut Michael, mereka perlu didorong untuk menjalani magang di Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) sebelum Blok Masela berproduksi.
“Anak-anak ini nanti akan dimagangkan di KKKS. Sehingga pada saat Blok Masela berproduksi di 2030, anak-anak ini sudah punya pengalaman,” kata Michael dalam Maluku Pride Talk's di Coffee Don-C, Kota Ambon, Senin (7/9/2026).
Ia menjelaskan, selama beberapa angkatan, puluhan anak Maluku telah mendapat kesempatan mengenyam pendidikan di Akamigas. Setiap angkatan berjumlah sekitar 30 hingga 35 orang.
Michael menilai pendidikan saja belum cukup. Pengalaman langsung di industri akan menjadi modal penting sehingga lulusan tidak lagi datang sebagai pencari kerja tanpa pengalaman ketika kebutuhan tenaga kerja Blok Masela mulai terbuka.
Karena itu, Michael memastikan pihaknya akan mengecek langsung kepada Kepala SKK Migas terkait perkembangan program magang bagi lulusan Akamigas asal Maluku.
Ia bahkan meminta lulusan yang belum mendapatkan kesempatan magang untuk melapor agar dapat didorong memperoleh penempatan di KKKS.
“Kalau ada adik-adik yang masih belum terlibat di KKKS, sampaikan kepada kami. Nanti kami dorong ke Kepala SKK Migas,” tegasnya.
Michael mengatakan, waktu menuju produksi Blok Masela masih dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kompetensi dan pengalaman anak-anak Maluku.
“Proyek ini efektifnya 2029–2030 ke depan. Pada saat itu mereka sudah punya pengalaman minimal,” ujarnya.
Ia berharap, ketika Blok Masela mulai berproduksi, putra-putri Maluku sudah berada dalam posisi siap bersaing dan mengambil peran, bukan sekadar menyaksikan geliat industri migas dari luar.(EM)