Operasi Drone Termal Bongkar Titik Api Tersembunyi, di lahan Karhutla Kalbar
Pontianak - Spektroom : Teknologi menjadi senjata utama dalam perang melawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat.
Polda Kalbar mengandalkan drone termal untuk mendeteksi titik panas yang tak terlihat dari permukaan tanah, hingga berhasil menuntaskan pemadaman kebakaran di lahan seluas sekitar 0,5 hektare di Kabupaten Kubu Raya.

Operasi pemadaman dilakukan Satgas Operasi Aman Nusa II "Karhutla Kapuas 2026" di kawasan Jalan Madusari, Desa Arang Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Senin (07/09/2026).
Kebakaran yang sempat mengancam area sekitar berhasil dikendalikan setelah petugas memadukan teknologi pemantauan udara dengan kerja lapangan secara intensif selama lebih dari 10 jam.
Dalam operasi tersebut, tim menggunakan Drone DJI Mavic 3 Thermal yang memiliki kemampuan mendeteksi suhu dan memetakan sumber panas dari udara.
Data yang diperoleh kemudian diintegrasikan dengan Aplikasi Lancang Kuning untuk memantau perkembangan titik panas secara real time.
Langkah ini memungkinkan petugas menemukan hotspot tersembunyi yang tidak tampak secara kasat mata, termasuk bara api yang masih aktif di bawah permukaan tanah maupun di balik semak belukar.
Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Bambang Suharyono mengatakan penggunaan drone termal memberikan perubahan signifikan dalam pola penanganan karhutla di lapangan.
"Sensor termal mampu mendeteksi bara api yang tersembunyi sehingga personel dapat bergerak lebih cepat dan tepat menuju sumber panas.
Selain meningkatkan efektivitas pemadaman, teknologi ini juga membantu menjaga keselamatan petugas selama operasi berlangsung," ujarnya.
Sebanyak 24 personel Direktorat Samapta Polda Kalbar diterjunkan untuk melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi.
Berbekal peta suhu yang dikirim langsung dari udara, tim dapat memusatkan upaya pada area-area yang memiliki potensi penyebaran api paling tinggi.
Operasi dimulai sekitar pukul 12.00 WIB dan baru dinyatakan selesai pada pukul 22.23 WIB.
Selama proses tersebut, petugas tidak hanya memadamkan api yang terlihat di permukaan, tetapi juga memastikan tidak ada bara tersisa yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Polda Kalbar menyebut sinergi antara teknologi dan personel lapangan menjadi faktor utama keberhasilan operasi.
Saat ini seluruh area yang terdampak telah berhasil dipadamkan, sementara status titik panas di lokasi berada pada kategori rendah.
Keberhasilan tersebut menjadi salah satu contoh pemanfaatan teknologi dalam penanganan karhutla yang semakin kompleks di Kalimantan Barat.
Di tengah musim kemarau dan meningkatnya risiko kebakaran, penggunaan drone termal dinilai mampu mempercepat respons, meningkatkan akurasi pemadaman, serta meminimalkan potensi meluasnya kebakaran ke kawasan permukiman maupun lahan produktif warga.