BPBD Jember Salurkan 5.000 Liter Air Bersih kepada Warga Terdampak Kekeringan
Jember - Spektroom: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan di Kecamatan Kalisat. Distribusi air bersih ke-14 tersebut dilaksanakan pada pukul 15.00 WIB dengan sasaran Dusun Kidul dan Dusun Karangpring, kecamatan Kalisat, kabupaten Jember, Jawa Timur, pada Kamis (06/08/2026).
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari hasil asesmen Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember yang menemukan adanya kesulitan masyarakat dalam memperoleh air bersih akibat musim kemarau yang berlangsung dalam beberapa waktu terakhir.
Penyaluran bantuan juga mengacu pada Surat Keputusan Bupati Jember Nomor 100.3.3.2/206/1.12/2026 tentang Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan, Kebakaran Hutan dan Lahan Kabupaten Jember Tahun 2026, serta surat permohonan bantuan air bersih dari Pemerintah Desa Sumberjeruk.
Berdasarkan hasil asesmen terbaru pada 6 Agustus 2026, sebanyak kurang lebih 77 kepala keluarga (KK) membutuhkan pasokan air bersih. Rinciannya, di Dusun Kidul terdapat sekitar 20 KK di RT 1 RW 8 dan 15 KK di RT 1 RW 6 yang mengalami kesulitan memperoleh air. Sementara di Dusun Karangpring, sebanyak 22 KK di RT 2 RW 1 dan sekitar 20 KK di RT 3 RW 1 juga terdampak kekeringan.
Kepala Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kabupaten Jember melalui petugas di lapangan memastikan bantuan air bersih terus disalurkan selama kondisi kekeringan masih terjadi dan masyarakat masih membutuhkan pasokan air.

Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember, Reza, mengatakan distribusi air bersih merupakan bentuk respons cepat pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak musim kemarau.
“Distribusi air bersih ini merupakan kegiatan ke-14 yang kami laksanakan selama masa siaga darurat kekeringan. Prioritas kami adalah memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi, terutama akses terhadap air bersih. Kami juga terus melakukan asesmen secara berkala agar penyaluran bantuan tepat sasaran sesuai kondisi di lapangan,” ungkap Reza.
Hasil evaluasi di lapangan menunjukkan kebutuhan air bersih masih cukup tinggi sehingga BPBD merekomendasikan pendistribusian dilakukan secara berkala setiap 3 hari sekali dengan kapasitas 5.000 liter.
Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan air bersih secara bijaksana selama musim kemarau berlangsung. BPBD bersama seluruh pihak terkait terus berkoordinasi agar distribusi air bersih dapat berjalan berkelanjutan hingga kondisi kembali normal.
BPBD Kabupaten Jember berharap sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, serta masyarakat dapat memperkuat upaya penanganan dampak kekeringan sehingga kebutuhan air bersih warga tetap terpenuhi selama musim kemarau berlangsung. (budi)