BPBD Pemkab Bogor Salurkan Air Bersih Pada Warga Terdampak Kekeringan
Bogor - Spektroom : Musim kemarau yang berkepanjangan membawa ujian berat bagi warga Desa Tapos, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor. Lebih dari seribu warga kini harus berjuang memenuhi kebutuhan air bersih setelah sumber-sumber mata air yang selama ini menjadi andalan mengering akibat tidak turunnya hujan dalam waktu yang cukup lama.
Di tengah kondisi tersebut, aktivitas sehari-hari pun berubah. Sebagian warga terpaksa memanfaatkan air kali yang tersisa untuk mandi dan mencuci pakaian, meski mereka menyadari kualitas air tersebut jauh dari kata layak.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M. Adam Hamdani, mengatakan kekeringan yang melanda wilayah itu berdampak langsung pada 258 kepala keluarga atau sekitar 1.019 jiwa di Kampung Babakan, Desa Tapos.
"Cuaca kering yang berlangsung cukup lama menyebabkan debit dan sumber mata air bersih milik warga terus menyusut sehingga kebutuhan air sehari-hari menjadi sulit dipenuhi," ujarnya, Senin (20/7/2026).
Krisis air bersih juga dirasakan lingkungan pendidikan keagamaan. Sebanyak 106 santri di sebuah pondok pesantren di Kampung Pasar Cekdam turut terdampak dan mengalami kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan harian.
Melihat kondisi tersebut, BPBD Kabupaten Bogor segera mengirimkan bantuan air bersih menggunakan truk tangki. Sebanyak 15.000 liter air didistribusikan ke lokasi terdampak untuk memenuhi kebutuhan mendesak warga.
Kedatangan truk tangki menjadi momen yang paling dinanti. Warga berbondong-bondong mendatangi lokasi pembagian dengan membawa ember, jeriken, hingga galon bekas untuk menampung air bersih yang dibagikan.
Bagi mereka, setiap tetes air menjadi harapan untuk menjalani aktivitas sehari-hari di tengah kemarau yang belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir.
BPBD Kabupaten Bogor mengimbau masyarakat yang mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih agar segera melapor kepada aparat wilayah setempat. Dengan laporan tersebut, pendistribusian bantuan air bersih dapat segera dijadwalkan sehingga kebutuhan dasar masyarakat tetap dapat terpenuhi selama musim kemarau berlangsung.