BPBD Sampang Berkometmen Bentuk Desa Tangguh Bencana
Sampang-Spektroom : Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang terus berkomitmen meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi bencana alam melalui pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana).
Program ini dirancang untuk membangun kemandirian masyarakat desa dalam mengenali ancaman di wilayahnya serta mampu mengorganisasikan sumber daya lokal untuk meminimalisir dampak risiko bencana.
Melalui edukasi yang terstruktur, warga diharapkan tidak lagi menjadi objek pasif, melainkan agen aktif dalam sistem keselamatan lingkungan.
Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sampang, Isnaeny Ahmed Basory, mengatakan bahwa pembentukan Destana ini merupakan langkah krusial mengingat kondisi geografis beberapa wilayah di Sampang yang rawan dilanda banjir dan kekeringan.
" Kesiapsiagaan harus dimulai dari unit terkecil yaitu keluarga dan desa, agar respons pertama saat terjadi kedaruratan dapat berjalan cepat dan tepat dan BPBD berkomitmen mendampingi proses ini hingga masyarakat benar-benar siap dan tanggap," ujarnya, Rabu 29 Juli 2026.
BPBD Sampang memberikan berbagai pelatihan teknis, mulai dari penyusunan peta risiko bencana desa, pembuatan jalur evakuasi, hingga simulasi penanganan darurat. Isnaeny Ahmed Basory menjelaskan, partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh pemuda dan perangkat desa, menjadi kunci keberhasilan program ini.
Dengan pemahaman yang merata, rantai komando dan koordinasi saat terjadi bencana dapat dipangkas sehingga penyelematan warga bisa dilakukan secara optimal.
Melalui program Destana ini, Pemerintah Kabupaten Sampang berharap angka kerugian materiil maupun korban jiwa akibat bencana alam dapat ditekan secara signifikan di masa depan.