Ketika Kepedulian Berawal dari Rumah, Kader PKK Gerakkan Bulan Dana PMI Jaksel
Jakarta – Spektroom: Kepedulian terhadap sesama tidak selalu lahir dari langkah besar. Kadang, ia tumbuh dari rumah-rumah sederhana, dari percakapan antarwarga, hingga dari tangan para kader yang setiap hari bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat.
Semangat itulah yang ingin dibangun Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) melalui Bulan Dana PMI 2026.
Para kader TP PKK dari tingkat kelurahan hingga kota mengikuti sosialisasi Bulan Dana PMI dan Kepalangmerahan di Aula SMKN 57 Jakarta, Jati Padang, Pasar Minggu, Senin (14/9/2026).
Bagi Pemkot Jakarta Selatan, kader PKK bukan sekadar penggerak berbagai program keluarga. Mereka hadir di lingkungan, mengenal tetangga, mendengar cerita keluarga, memahami saat warga membutuhkan uluran tangan.
Wali Kota Jakarta Selatan, Syafrin Liputo mengatakan, pelibatan kader PKK diharapkan mampu memperluas jangkauan Bulan Dana PMI hingga ke lapisan masyarakat yang selama ini belum tersentuh.
"Gerakan Bulan Dana PMI digelorakan sebagai wujud solidaritas, gotong royong, serta penguatan Jaksel Peduli dan Kemanusiaan," ujarnya.
Menurutnya, dana yang terkumpul akan digunakan secara transparan membantu korban bencana serta mendukung penyediaan fasilitas kesehatan darurat. Setiap rupiah yang disisihkan masyarakat diharapkan tidak berhenti sebagai angka dalam laporan.
"Di baliknya, ada harapan untuk seseorang yang kehilangan rumah akibat bencana, keluarga yang membutuhkan pertolongan, warga yang memerlukan layanan kesehatan saat darurat," ucapnya.
Ketua TP PKK Jakarta Selatan, Azizah Syafrin, menegaskan, keberhasilan Bulan Dana PMI 2026, tidak semata diukur dari besarnya nominal donasi. Yang penting adalah tumbuhnya solidaritas sosial di tengah warga.
Ketua PMI Jakarta Selatan, Mundari menjelaskan, dana yang dihimpun akan dialokasikan untuk berbagai program sosial yang dilaksanakan PMI Jakarta Selatan. Diantaranya; penanggulangan bencana, pembangunan pos kesehatan, rumah singgah, hingga klinik kesehatan, dll.
Ia, meminta para kader PKK mengedepankan pendekatan persuasif dan transparan. Masyarakat diajak berdonasi bukan karena merasa terpaksa, melainkan karena tergerak oleh hati. "Saya berharap masyarakat berdonasi secara ikhlas," katanya.
Ia, menjelaskan media penggalangan dana yang digunakan tahun ini meliputi map list, amplop, proposal, kupon, dan QRIS. Penggalangan dana berlangsung mulai 1 September hingga 30 November 2026.
"Media penggalangan tersebut disalurkan melalui instansi pemerintah, BUMN, BUMD, pihak swasta, lembaga pendidikan, tempat hiburan, serta pelaku usaha di wilayah Jakarta Selatan," bebernya.
Pada 2025 Bulan Dana PMI di Jakarta Selatan berhasil menghimpun Rp9.024.842.267. Perolehan tersebut mencapai 100,28 persen dari target Rp9 miliar dan meningkat dibandingkan dengan tahun 2024 yang mencapai Rp 8.532.195.943.
"Meskipun sulit, dengan semangat kebersamaan seluruh komponen masyarakat, dunia usaha, dan instansi pemerintah, optimistis target Rp9miliar tahun 2026 dapat tercapai bahkan terlampaui," tandasnya.