BPOM Malut di Sofifi Gelar Bimtek dan Fasilitasi Keamanan Pangan bagi Komunitas di Halmahera Barat
Jailolo-Spektroom : Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Maluku Utara di Sofifi melanjutkan tahapan intervensi Program Desa Pangan Aman di Desa Guaemaadu dan Galala Kabupaten Halmahera Barat melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Keamanan Pangan kepada komunitas desa.
Kegiatan ini diikuti oleh pelaku usaha ritel pangan, industri rumah tangga pangan (IRTP), pedagang kaki lima, pedagang pangan siap saji, ibu rumah tangga, ibu hamil dan menyusui, serta kelompok remaja desa.
Tim BPOM Maluku Utara Syafri Ahmad mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya keamanan pangan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat menunjang peningkatan perekonomian desa melalui pelaku usaha yang mampu menghasilkan pangan yang aman, bermutu, dan sesuai standar.
"Edukasi yang diberikan juga menjadi bagian dari upaya pencegahan stunting melalui peningkatan pengetahuan ibu hamil, ibu menyusui, dan remaja terkait konsumsi pangan yang aman dan bergizibergizi", ujar Syafri.
Pelaksanaan kegiatan diisi dengan penyampaian materi mengenai keamanan pangan, pencegahan stunting, keracunan pangan dan penanganan Kejadian Luar Biasa (KLB), serta gizi seimbang yang disampaikan oleh Tim Informasi dan Komunikasi BPOM di Sofifi.
Dalam kegiatan ini, kader keamanan pangan desa yang telah dibentuk sebelumnya juga turut berperan aktif dalam menyampaikan materi edukasi. Hal ini diharapkan dapat memperkuat peran kader sebagai perpanjangan tangan BPOM dalam melakukan edukasi keamanan pangan secara mandiri dan berkelanjutan di masyarakat desa.
Selanjutnya, pada Kamis (25/6/2026), Tim BPOM di Sofifi bersama kader keamanan pangan desa melaksanakan kegiatan fasilitasi keamanan pangan melalui kunjungan langsung ke dapur rumah tangga dan tempat produksi pangan milik peserta bimtek.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pendampingan secara langsung terhadap penerapan praktik keamanan pangan di masyarakat, sekaligus memberikan masukan terkait hal-hal yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan agar masyarakat dapat memproduksi pangan yang aman, bermutu, dan sesuai standar.