BPS: Ekonomi Kalteng Terjaga, Petani Untung dan Ekspor Meningkat
Palangka Raya-Spektroom : Kondisi ekonomi Kalimantan Tengah pada awal 2026 hingga April tetap terjaga. Inflasi terkendali, sementara sektor pertanian dan perdagangan luar negeri menunjukkan kinerja positif. Hal ini disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah dalam rilis indikator ekonomi terbaru, Senin (4/5/2026).
Statistisi Ahli Madya BPS Kalteng, M. Taufiqurrahman, memaparkan lima indikator utama, meliputi inflasi, Nilai Tukar Petani (NTP), perdagangan luar negeri, pariwisata, hingga transportasi.
“Secara umum kondisi ekonomi Kalteng masih stabil, dengan sektor-sektor utama yang terus membaik,” ujarnya.
Pada April 2026, inflasi tercatat 0,41 persen secara bulanan dan 3,66 persen secara tahunan. Kenaikan terutama dipicu kelompok makanan, minuman, dan tembakau, khususnya komoditas beras dan angkutan udara.

Di sektor pertanian, Nilai Tukar Petani (NTP) mencapai 139,43 atau naik 1,22 persen dibanding bulan sebelumnya. Ini mencerminkan daya beli petani yang membaik, didorong komoditas seperti kelapa sawit, karet, dan gabah.
Kinerja perdagangan luar negeri juga menguat. Nilai ekspor Maret 2026 mencapai US$373,46 juta, sementara secara kumulatif Januari–Maret menembus US$931,49 juta. Komoditas utama masih didominasi batu bara dan minyak kelapa sawit, dengan neraca perdagangan tetap surplus.
Sektor pariwisata menunjukkan pemulihan, dengan lebih dari 1,2 juta perjalanan wisatawan nusantara pada Maret 2026. Tingkat Penghunian Kamar hotel bintang tercatat 37,28 persen, didominasi wisatawan domestik.
Di sisi lain, aktivitas transportasi meningkat, terutama angkutan udara dengan 143.947 penumpang dan 1.670 penerbangan. Aktivitas angkutan laut relatif stabil dengan 820 kunjungan kapal.
Dengan tren ini, BPS menilai fondasi ekonomi Kalimantan Tengah tetap kuat. Stabilitas yang terjaga, ditopang peningkatan daya beli petani dan kinerja ekspor, menjadi modal penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi daerah tetap bergerak maju. (Polin-IAQ)