BPS Kota Tanjungpinang akan Mengerahkan 151 Petugas SE2026 untuk Melakukan Pendataan
Tanjungpinang-Spektroom : Badan Pusat Statistik akan mengerahkan sebanyak 151 petugas Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) untuk melakukan pendataan langsung ke rumah-rumah masyarakat. Sebelum turun kelapangan untuk mendata kondisi perekonomian daerah, terlebih dahulu petugas Sensus Ekonomi diberikan pelatihan selama dua hari di Nite and Day Hotel Tanjungpinang.
Calon Petugas mengikuti serangkaian seleksi mulai dari administrasi, tes kompetensi, penilaian kemampuan hingga wawancara.
Pembekalan juga dilakukan melalui kombinasi pembelajaran mandiri menggunakan modul e-learning, pelatihan klasikal serta simulasi lapangan.
Pelatihan Gelombang kedua ini diikuti 91 peserta terdiri dari Petugas Pencacah Lapangan (PCL), Petugas Pemerikan Lapangan (PML) serta petugas BPS.
Setelah seluruh petugas mengikuti pelatihan, mereka akan menjalankan kegiatan pendataan selama dua bulan setengah dengan target 700 hingga 900 unit usaha perorang.
Ketika membuka pelatihan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di Nite and Day Hotel Tanjungpinang, Rabu (10/6/2026), Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Zulhidayat mengatakan, sensus ekonomi merupakan agenda strategis nasional yang menghadirkan gambaran meyeluruh mengenai kondisi perekonomian sebagai landasan penyusunan berbagai kebijakan di tingkat pusat maupun daerah.
“Data yang nanti dikumpulkan bukan sekedar angka statistic, melainkan menjadi pondasi pengambilan kebijakan yang menjadikan rujukan presiden, Menteri, Gubernur, Walikota dan Bupati hingga Sekretaris Daerah dalam menyusun berbagai program pembangunan,” katanya.

Zulhidayat menambahkan tantangan pendataan beralihnya transformasi digital yang telah mengubah pola usaha, transaksi hingga pemasaran banyak dilakukan melalui platform digital.
“Ekonomi sekarang sudah bergerak kearah digital yang menjadi tantangan tersendiri yang harus dipahami petugas sensus di lapangan dalam proses pendataan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BPS Tanjungpinang Yulia Tri Madani menjelaskan BPS juga menghadirkan pelaku usaha sebagai narasumber agar peserta pelatihan memperoleh gambaran langsung mengenai kondisi dunia usaha yang akan ditemui pada saat pendataan.
“Harapanya ketika ke lapangan, petugas sudah memahami konsep, metode dan cara berkomunikasi dengan responden sehingga proses pendataan lancar,” katanya.