Trending

WFH ASN Jumat Lanjut: Pelayanan Publik Moncer, Negara Hemat Triliunan

WFH ASN Jumat Lanjut: Pelayanan Publik Moncer, Negara Hemat Triliunan
Pemanfaatan sistem digital dan absensi berbasis kinerja ( Foto Bakom RI )

Jakarta - Spektroom : Pemerintah resmi melanjutkan kebijakan bekerja dari rumah (work from home/WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) atau PNS setiap hari Jumat. Kebijakan ini dipertahankan karena terbukti menjaga kualitas pelayanan publik sekaligus memberikan dampak efisiensi anggaran yang masif bagi kas negara.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Rini Widyantini, menegaskan bahwa esensi dari kebijakan ini adalah penerapan flexible working arrangement sesuai Peraturan Presiden.

Poin Utama Evaluasi WFH ASN 

Sistem presensi, koordinasi virtual, dan kualitas layanan publik terbukti tidak menurun.

Dari rumah kinerja tetap maksimal (Foto Bakom RI)

Dampak Finansial: Penghematan Anggaran Negara Penerapan WFH satu hari dalam seminggu ini berhasil mencatatkan penghematan anggaran nasional yang sangat signifikan

Total Penghematan Saat Ini:

Mencapai Rp2,6 triliun secara nasional.

Efisiensi Perjalanan Dinas:

Menyumbang angka terbesar senilai Rp1,95 triliun (per April 2026)

Biaya Utilitas Kantor: 

Penghematan listrik, air, dan operasional kantor sebesar Rp65,6 miliar.

Potensi Masa Depan:

Total penghematan APBN dan konsumsi BBM bisa menembus Rp6,2 triliun jika dihitung menyeluruh dengan sektor pendukung.

Dampak Terhadap Transportasi dan Mobilitas

Kebijakan ini turut mengubah pola pergerakan masyarakat di kota-kota besar pada hari Jumat : Jumlah penumpang LRT Jabodebek dan KRL Commuter Line turun 10 hingga 20 persen.

Penumpang KRL Depok Jakarta, Jumat (24/7/2026)(Foto Spektroom)

Kepadatan penumpang pagi dan sore hari berkurang drastis pada rute menuju pusat pemerintahan. Pengemudi ojek online dan taksi pangkalan di sekitar gedung pemda mengalami penurunan pesanan akibat berkurangnya mobilitas rutin pegawai.

Mekanisme Pelaporan Baru Bagi Instansi

Untuk mempermudah pengawasan tanpa membebani birokrasi, Kementerian PANRB memperbarui sistem pelaporan:

Setiap instansi wajib melaporkan pelaksanaan WFH melalui platform digital yang sudah disediakan.

Laporan kini dapat disampaikan dua bulan sekali (sebelumnya setiap bulan) agar jarak waktu tidak terlalu dekat.

Pemda diminta menyampaikan laporan pelaksanaan WFH secara reguler melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Berita terkait

Maluku Raih Terbaik Ketiga Nasional IPP 2025,  Lewerissa Persembahkan Penghargaan untuk Seluruh Rakyat dan Pemuda

Maluku Raih Terbaik Ketiga Nasional IPP 2025, Lewerissa Persembahkan Penghargaan untuk Seluruh Rakyat dan Pemuda

Ambon-Spektroom: Provinsi Maluku kembali menunjukkan capaian positif dalam pembangunan kepemudaan di tingkat nasional. Prestasi tersebut diperoleh melalui peningkatan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) Tahun 2025, Maluku berhasil menempati posisi Terbaik Ketiga Nasional, sebuah prestasi yang mencerminkan kerja bersama pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat. Penghargaan ini diterima Gubernur Maluku, Hendrik

Yantje Lekatompessy, Pelinus Latuheru
Jihan Nurlela Terima Penghargaan Tokoh Muda Di Bidang Kewirausahaan, JCI Batavia X SMESCO UMKM Business Summit 2026

Jihan Nurlela Terima Penghargaan Tokoh Muda Di Bidang Kewirausahaan, JCI Batavia X SMESCO UMKM Business Summit 2026

Jakarta - Spektroom: Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menegaskan pentingnya membangun ekosistem usaha yang mampu mempersiapkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Lampung untuk menembus pasar global. Selain meningkatkan kualitas produk, UMKM perlu memiliki pola pikir global, akses pasar, pembiayaan, pemenuhan standar, serta kapasitas produksi yang konsisten untuk memenuhi kebutuhan ekspor

Anggoro AP