Lima Mahasiswa UMJ, Lima Gelar Juara: Ketika Keringat dan Perjuangan Berbuah Prestasi

Lima Mahasiswa UMJ, Lima Gelar Juara: Ketika Keringat dan Perjuangan Berbuah Prestasi
(Foto: Istimewa).

Jakarta-Spektroom : Gemuruh pertandingan di GOR Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada akhir Agustus lalu menjadi saksi perjuangan para atlet muda dari Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ).

Di tengah persaingan karate yang mempertemukan atlet dari berbagai daerah, lima mahasiswa UMJ tampil gemilang. Mereka bukan sekadar ikut bertanding, tetapi pulang membawa lima gelar Juara 1 pada Yogyakarta Open Tournament (YOT) VI 2026 International Karate Championship Piala Kemenpora RI.

Kejuaraan yang digelar pada 28–30 Agustus 2026 itu diselenggarakan Inkado DIY. Bagi kelima mahasiswa tersebut, medali emas bukanlah hasil yang datang tiba-tiba. Ada latihan, rasa lelah, keterbatasan waktu, hingga tekad untuk memberikan penampilan terbaik.

Salah satunya dialami Ananda Widyadhana Magnabella, mahasiswa FIP yang turun di kategori Kumite Senior +84 kilogram Putra. Persiapan Ananda justru berlangsung dalam waktu yang sangat terbatas. Saat kejuaraan semakin dekat, ia masih menjalani PLPKKN di Gunungkidul.

Kondisi itu membuatnya harus pandai membagi waktu. Ia bahkan meminta izin selama sepekan untuk kembali ke Depok demi mengejar latihan yang sempat tertinggal.

“Sebenarnya persiapan saya sangat pendek karena saya sedang melaksanakan PLPKKN di Gunungkidul. Jadi, saya mengambil izin selama seminggu untuk pulang ke Depok untuk berlatih menutup ketertinggalan saya selama saya PLPKKN di sini," ujarnya, dalam keterangan tertulis, Senin (14/9/2026).

Di partai final, Ananda berhasil mengalahkan Tim PPLM DKI Jakarta, keluar sebagai juara. Namun, bagi Ananda, kemenangan bukan semata soal medali. YOT menjadi kesempatan mengukur kemampuan, belajar dari atlet-atlet yang datang dari berbagai daerah.

“Pengalaman berharga, saya bisa mengukur kemampuan, bertemu atlet dari berbagai daerah, dan mendapatkan pelajaran dari setiap pertandingan,” tuturnya.

Semangat serupa juga terlihat pada Ardelle Stina Aabidah, mahasiswa Fakultas Hukum UMJ. Turun di Kumite Mahasiswa -68 kilogram Putri, Ardelle juga berhasil merebut Juara 1. Di balik kemenangan itu ada latihan panjang yang harus dijalani. Sore hingga malam berlatih.

“Kadang ngeluh capek dan sakit badan, tapi ingat kalau usaha itu nggak akan mengkhianati hasil. Bukan ingin jadi juara, tapi ingin tampil dengan maksimal supaya menghasilkan hal yang baik,” ujarnya.

Bagi Ardelle, karate pun telah jauh melampaui sekadar pertandingan. Olahraga itu telah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya.

“Selalu optimis dan sabar. Kesan saya, karate adalah sebagian hidup saya,” katanya.

Selain Ananda dan Ardelle, tiga mahasiswa UMJ lainnya juga menyumbangkan emas. Satrio Teutuko Pambuko Roso dari FIP menjadi Juara 1 Kata Mahasiswa. Dedes Pitriyah dari FISIP meraih Juara 1 Kumite Mahasiswa -50 kilogram Putri. Sementara, Nur Rahmadian dari FIP menjadi Juara 1 Kumite Mahasiswa -67 kilogram Putra.

Lima medali emas tersebut menjadi buah dari latihan, disiplin, dan keberanian untuk berkompetisi. Lebih dari sekadar prestasi kampus, capaian itu menjadi pengingat bahwa di balik sebuah medali selalu ada proses panjang.

Berita terkait