BPS Mencatat, Pertumbuhan Penduduk di Lampung Melambat 1,18 % Pertahun

BPS Mencatat, Pertumbuhan Penduduk di Lampung Melambat 1,18 % Pertahun
Sumber: Capture YouTube BPS Provinsi Lampung

Bandarlampung - Spektroom: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung, Soetringisih, menghadiri kegiatan Press Release Berita Resmi Statistik (BRS) yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung, bertempat di Aula Radin Imba Kusuma BPS Lampung, Selasa (5/5/2026).

Dalam paparannya, Kepala BPS Provinsi Lampung Ahmadriswan Nasution, menyampaikan bahwa laju pertumbuhan penduduk Provinsi Lampung dalam lima tahun terakhir menunjukkan tren melambat dengan rata-rata sebesar 1,18 persen per tahun, dengan komposisi penduduk didominasi oleh usia produktif.

“Secara umum, terjadi penambahan jumlah penduduk bekerja serta penurunan pengangguran dibandingkan Februari tahun sebelumnya,” ujar Ahmadriswan.

Sepanjang Februari 2025 hingga Februari 2026, jumlah penduduk bekerja di Lampung tercatat meningkat sekitar 34,53 ribu orang. Kenaikan ini sejalan dengan pertumbuhan angkatan kerja sebesar 0,59 persen, meskipun peningkatan pada kelompok bukan angkatan kerja tercatat lebih tinggi, yakni 3,10 persen.

Dari sisi komposisi, jumlah penduduk bekerja meningkat 0,71 persen, sementara jumlah pengangguran mengalami penurunan sebesar 2,17 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

BPS juga mencatat, tingkat pengangguran terbuka (TPT) Lampung pada Februari 2026 berada di angka 3,95 persen, atau setara sekitar 202,32 ribu orang. Angka ini menurun dibandingkan Februari 2025, menjadi sinyal positif bagi pasar kerja di daerah.

Jika dilihat berdasarkan jenis kelamin, tingkat pengangguran perempuan mengalami penurunan dari 5,07 persen menjadi 4,79 persen, menunjukkan semakin meningkatnya partisipasi perempuan dalam dunia kerja.

Namun, dinamika berbeda terlihat pada wilayah tempat tinggal. Tingkat pengangguran di perdesaan menurun dari 3,44 persen menjadi 2,87 persen, sementara di perkotaan justru mengalami kenaikan dari 5,21 persen menjadi 5,60 persen. Kondisi ini menjadi perhatian untuk dianalisis lebih lanjut oleh para pemangku kebijakan.

Dari sisi lapangan usaha, sektor pertanian masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan kontribusi 44,03 persen, disusul sektor perdagangan besar dan eceran serta industri pengolahan.

Berdasarkan status pekerjaan, jumlah pekerja dengan status karyawan/pegawai mengalami peningkatan signifikan. Selain itu, jumlah penduduk yang berusaha sendiri juga meningkat, sementara pekerja keluarga tidak dibayar mengalami penurunan.

Kabar baik lainnya, proporsi pekerja formal terus meningkat. Pada Februari 2026, jumlah pekerja formal naik dari sekitar 1,43 juta orang menjadi 1,52 juta orang, sementara pekerja informal mengalami penurunan. Hal ini mencerminkan perbaikan kualitas lapangan kerja di Lampung.

"Dari sisi pendidikan, sekitar 8,90 persen penduduk bekerja merupakan lulusan pendidikan tinggi. Namun, lulusan SD ke bawah masih mendominasi dengan porsi 36,46 persen, yang menjadi tantangan tersendiri dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia" terang Ahmadriswan.

Kehadiran Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung dalam kegiatan ini mencerminkan komitmen dalam mendukung pemanfaatan data statistik sebagai dasar perumusan kebijakan pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana di Provinsi Lampung.(@Ng).

Berita terkait

Kepunahan di Ambon, WaliKota Perkuat Satgas Lawan Perdagangan Satwa Liar

Kepunahan di Ambon, WaliKota Perkuat Satgas Lawan Perdagangan Satwa Liar

Ambon– Spektroom :WaliKota Ambon, Bodewin Wattimena, menegaskan penguatan kapasitas Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian Peredaran Tumbuhan dan Satwa Liar (PPTSL) sebagai langkah mendesak menghadapi ancaman serius terhadap keanekaragaman hayati di Maluku, Selasa (5/5/2026). Pernyataan itu disampaikan saat kegiatan penguatan kapasitas Satgas PPTSL di Zest Hotel Ambon, di tengah meningkatnya

Eva Moenandar, Bian Pamungkas