Trending

BRIN Tingkatkan Efisiensi Produksi Bioavtur Berbasis Biomassa

BRIN Tingkatkan Efisiensi Produksi Bioavtur Berbasis Biomassa
Bioavtur berbasis biomassa

Tangerang Selatan - Spektroom : Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berhasil mengembangkan material katalis mesopori berbasis SBA-15 yang mampu meningkatkan efisiensi produksi bioavtur berbasis biomassa. Inovasi ini menjadi salah 1 upaya mendukung pengembangan bahan bakar penerbangan berkelanjutan untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, sekaligus mendukung target net zero emission Indonesia.

Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Katalisis BRIN, Indriyati mengatakan sektor penerbangan masih menjadi penyumbang emisi karbon terbesar di dunia. Seiring meningkatnya kebutuhan transportasi udara, diperlukan pengembangan bahan bakar penerbangan berkelanjutan untuk mengurangi emisi karbon.

Selama ini, bioavtur umumnya diproduksi menggunakan minyak nabati. Namun, bahan baku tersebut masih bersaing dengan kebutuhan pangan sehingga dinilai kurang berkelanjutan.

Ia dan tim mengembangkan bioavtur generasi kedua dengan memanfaatkan biomassa nonpangan, seperti limbah pertanian, kehutanan, dan perkebunan yang tersedia melimpah di Indonesia. “Biomassa nonpangan tersebut terlebih dahulu diubah menjadi senyawa antara yang kemudian diproses menggunakan katalis,” kata Indriyati, dalam siaran pers yang diterima Spektroom Kamis (23/07/2026).

BRIN mengembangkan katalis berbasis material mesopori SBA-15 yang dimodifikasi melalui metode sulfatasi menggunakan amonium sulfat. Material tersebut memiliki struktur pori berukuran meso. Hal ini mendukung reaksi katalitik untuk mengonversi senyawa turunan biomassa menjadi hidrokarbon bernilai energi tinggi yang berpotensi digunakan sebagai bahan bakar penerbangan.

Penelitian ini merupakan hasil kolaborasi BRIN dengan Korea Institute of Science and Technology (KIST) yang melibatkan Universitas Indonesia dan Universitas Padjadjaran. “Kolaborasi tersebut menghasilkan katalis dengan struktur pori dan tingkat keasaman yang seimbang sehingga memberikan performa lebih baik dibandingkan material sebelumnya.

Desain katalis terbaik tidak ditentukan oleh tingkat keasaman yang paling tinggi, melainkan keseimbangan antara tingkat keasaman, luas permukaan, dan kemudahan akses ke struktur pori mesopori. Keseimbangan karakteristik tersebut menjadi faktor penting dalam pengembangan katalis untuk reaksi hydroxyalkylation–alkylation (HAA), yaitu proses yang menggabungkan senyawa turunan biomassa menjadi molekul dengan rantai karbon lebih panjang sebagai prekursor bioavtur.

Hasil pengujian menunjukkan setelah dilakukan optimasi terhadap suhu reaksi, jumlah katalis, dan rasio bahan baku, tingkat konversi bahan baku mencapai 99 % dengan hasil produk prekursor bioavtur sebesar 62 %. Tahap selanjutnya adalah mengubah prekursor bioavtur menjadi hidrokarbon yang memenuhi spesifikasi bahan bakar pesawat.

Proses tersebut menghasilkan tingkat konversi hingga 100 %, dengan sebagian besar produk berada pada rentang hidrokarbon yang sesuai sebagai bahan bakar penerbangan. Selain memiliki efisiensi tinggi, katalis yang dikembangkan juga dapat digunakan kembali dalam beberapa siklus reaksi.

Meskipun terjadi sedikit penurunan performa setelah penggunaan berulang, material tersebut tetap menunjukkan stabilitas yang baik sehingga memiliki peluang besar untuk diterapkan pada skala industri.

Penelitian ini membuka peluang baru dalam pengembangan bioavtur berbasis biomassa yang memiliki kualitas lebih baik. Selain menghasilkan tingkat konversi yang tinggi, penelitian ini juga memberikan peluang menghasilkan prekursor bioavtur dengan rantai karbon yang lebih panjang, yang merupakan karakteristik penting dalam pembuatan bahan bakar pesawat. (ay,mpd,dms/ed:jh,ar, tnt)

Berita terkait

2 | 5     LAMPBerdasarkan analisis angin gradien 3000 feet tanggal 01 November 2026 Jam 19.00 WIB, angin dominan dari arah Tenggara-Selatan dengan kecepatan angin di wilayah Jawa

BMKG Juanda Peringatkan Cuaca Ekstrem di 21 Wilayah Jawa Timur hingga 9 November

Sidoarjo-Spektroom : Masyarakat di sejumlah wilayah Jawa Timur diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diprakirakan berlangsung pada 2 hingga 9 November 2026. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, mulai dari banjir, banjir bandang, tanah longsor hingga angin kencang. Peringatan tersebut disampaikan Stasiun Meteorologi Kelas

Bian Pamungkas
Arsitektur Tidak Hanya Merancang Bangunan, Namun Membentuk Kawasan Dan Lingkungan  Berkarakter Daerah

Arsitektur Tidak Hanya Merancang Bangunan, Namun Membentuk Kawasan Dan Lingkungan Berkarakter Daerah

Bandarlampung - Spektroom: Rektor Institut Teknologi Sumatera (Itera) Prof. Dr. apt. Elfahmi, S.Si., M.Si., mendukung penguatan peran arsitek dalam membangun Lampung yang maju dengan tetap mempertahankan identitas dan kearifan lokal. Arsitektur dinilai tidak hanya berperan dalam merancang bangunan, tetapi juga membentuk kawasan dan lingkungan yang mencerminkan karakter daerah. Hal

Anggoro AP