Buka Musrenbang Kecamatan ABTB, Wako Bukittinggi: Perencanaan Pembangunan Harus Berjalan Dua Arah
Bukittinggi-Spektroom : Pemerintah Kota Bukittinggi menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh (ABTB), Senin (9/3/2026), di Aula Kantor Camat ABTB.
Kegiatan ini dibuka oleh Wali Kota Bukittinggi yang diwakili Staf Ahli Bidang Administrasi dan Keuangan Drs. Melvi Abra, M.Si. Musrenbang turut dihadiri Camat ABTB Hendra Eka Putra, unsur TNI dan Polri, anggota DPRD Kota Bukittinggi Yerri Amiruddon, Ketua KAN Aur Kuning, Ketua KAN Birugo, kepala sekolah, Bundo Kanduang, PWK, serta tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Melvi Abra menekankan bahwa sistem perencanaan pembangunan nasional harus berjalan dua arah antara pemerintah dan masyarakat. Musrenbang ini menjadi bagian dari penyusunan rencana pembangunan tahun 2027 sekaligus evaluasi program pada tahun sebelumnya.
“Kondisi saat ini bagaimana kita bisa mengembalikan fasilitas umum sesuai deliniasi Kota Bukittinggi,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pengelolaan sampah yang menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Saat ini, Pemko Bukittinggi menghabiskan sekitar Rp25 miliar setiap tahun untuk pengelolaan sampah.
“Ke depan kita upayakan biaya ini bisa berkurang sehingga anggaran yang ada dapat dialihkan untuk pemberdayaan dan pembangunan masyarakat,” jelasnya.
Selain itu, Melvi menyebutkan bahwa pembangunan Kota Bukittinggi juga harus menyesuaikan perkembangan zaman dengan penerapan sistem ekonomi digital agar kota ini tidak tertinggal dari daerah lain.
Sementara itu, Camat ABTB Hendra Eka Putra menyampaikan sejumlah usulan pembangunan kecamatan yang belum dapat direalisasikan pada tahun 2025. Usulan tersebut akan diajukan kembali pada tahun 2026 untuk ditindaklanjuti dalam program pembangunan 2027.
Salah satu program pembangunan fisik yang diusulkan adalah peningkatan jalan berupa pengaspalan dan pembangunan drainase serta pemasangan lampu jalan di Jalan Posyandu Pohon Boru RT 003 RW 005, Gang SGB, Kelurahan Birugo yang berbatasan dengan Kelurahan Belakang Balok. Pekerjaan tersebut direncanakan sepanjang 300 meter dengan estimasi anggaran sekitar Rp600 juta.
Selain pembangunan fisik, juga diusulkan sejumlah kegiatan nonfisik, di antaranya pengadaan sarana dan prasarana Posyandu dengan estimasi anggaran Rp150 juta, pelatihan bagi kader Bina Keluarga Balita (BKB) sebesar Rp500 juta, serta pengadaan alat musik tradisional dan modern beserta pakaian dan perlengkapannya dengan anggaran sekitar Rp450 juta.
Selanjutnya, juga diusulkan pengadaan meubiler untuk Kantor KAN Aur Birugo dan Kantor KAN Tigo Baleh dengan estimasi anggaran Rp150 juta serta peningkatan kompetensi Bundo Kanduang se-Kecamatan ABTB.
Melalui Musrenbang ini diharapkan berbagai usulan masyarakat dapat menjadi prioritas dalam perencanaan pembangunan Kota Bukittinggi pada tahun-tahun mendatang. (Rita)