Bulan Ruwah, Harga Bunga Tabur Di Solo Melambung
Spektroom - Memasuki bulan ruwah harga bunga tabur di sejumpah pasar di Solo mulai melonjak dua kali lipat dibanding hari biasa.
Dari pantuan Spektroom ( Sabtu 31/01/2026 ) di Pasar Kembang dan di Pasar Jongke Solo kenaikan dipicu tingginya permintaan dimana pada bulan ruwah sesuai tradisi Jawa banyak masyarakat yang mengunjungi makam leluhurnya untuk mendoakan sekaligus melakukan tradisi tabur bunga.
Salah seorang pedagang di Pasar Kembang Lami menuturkan sejak tiga hari lalu sudah merambat naik , jika hari biasa satu kan jaring berat sekitar 5 kg seharga Rp 200.000,- sekarang mencapai Rp 500.000,- bahkan akan mencapai puncaknya di minggu terakhir menjelang puasa .
Kenaikan tersebut merupakan hal yang biasanya di bulan ruwah hanya saja sekarang ini juga pasokan bunga sedikit tersendat tidak begitu melimpah yang di picu curah hujan yang tinggi.
" iya sudah naik mrebet sedikit sedikit sejak tanggal 1 ruwah, sekarang sudah dua kali lipat, satu jaring 500 ribu lho nanti pas akhir mau puasa kiro kiro podo tahun lalu hampir 4 kali lipat " Ungkap Lami wanita berusia 60 tahun yang sudah berjualan bunga lebih dari 15 tahun.
Kenaikan yang sama juga dirasakan yanti 45 tahun yang sehari hari berjualan dikawasan Pasar Jongke Solo dimana pembeli didominasi pada hari libur sabtu dan minggu yang masyarakat akan ziarah kubur.
Dengan tingginya kulakan bunga tabur dari pemasok Yanti terpaksa juga menaikkan dagangannya dimana satu nampan kecil yang biasanya dijual Rp 10.000,- sekarang menjadi Rp 20.000,- bahkan sudah ancang ancang akan naik kembali 2 minggu menjelang akhir bulan ruwah.
" Niki naik 2 kali lipat, satu piring naik dua kali lipat ya itung itung masa panen karena hari biasa kalau sepi banyak rugi nanggung bunga busuk, ya bulan ruwah bulan panen pedagang bunga tabur " Imbuh Yani.
Bunga tabur yang masuk ke kota Solo rata rata didatangkan dari daerah penghasil Kopeng diperkirakan masih akan mengalami kenaikan pada puncak bulan ruwah seminggu sebelum puasa yang biasa harga mencapai titik tertinggi seharga Rp 800.000,- setiap kan jaring.
Selain mawar, bunga pelengkap seperti kenangan dan Melati juga mengalami kenaikan sekitar 50 sampai 70 persen ( Murni.P )