Bupati Ketapang Alexander Wilyo Lantik 12 Pejabat Tinggi Pratama

Bupati Ketapang Alexander Wilyo Lantik 12 Pejabat Tinggi Pratama
12 pejabat tinggi pratama yang dilantik oleh Bupati Ketapang Alexander Wilyo awal tahun 2026. (Foto : M.Saad)

Spektroom – Suasana Pendopo Bupati Ketapang, Jumat pagi (02/01/2026), terasa lebih khidmat dari biasanya.

Di awal tahun yang masih menyisakan udara segar dan harapan baru, satu per satu pejabat tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ketapang maju ke hadapan Bupati Alexander Wilyo.

Di momen itu, bukan sekadar sumpah jabatan yang terucap, tetapi juga janji pengabdian kepada masyarakat Ketapang.

Sebanyak 12 pejabat manajerial atau eselon II resmi dilantik dan diambil sumpah jabatannya.

Wajah-wajah yang berdiri di barisan depan menunjukkan ekspresi beragam tegang, haru, sekaligus penuh tanggung jawab.

Pelantikan ini menjadi penanda penting penataan birokrasi di awal 2026, tahun yang diharapkan membawa percepatan pembangunan dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Bagi Bupati Ketapang Alexander Wilyo, pelantikan ini bukan sekadar rotasi jabatan.

Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa setiap posisi adalah amanah besar yang harus dijalankan dengan integritas dan komitmen.

“Jabatan bukan hadiah, melainkan kepercayaan yang harus dipertanggungjawabkan, tidak hanya kepada pimpinan, tetapi juga kepada masyarakat,” ujarnya dengan nada tegas namun penuh makna.

Nama-nama yang dilantik membawa peran strategis dalam roda pemerintahan.

Andreas Hardi kini mengemban tugas sebagai Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, sektor yang diharapkan mampu mengangkat potensi lokal Ketapang.

Donatus Franseda dipercaya sebagai Asisten Administrasi Umum, sementara Absalon memimpin Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah yang bersentuhan langsung dengan ekonomi rakyat.

Maryadi mengemban tugas menjaga ketertiban sebagai Kepala Satpol PP.

Selain itu, Darma dilantik sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan.

Devy Harinda memimpin Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Doni Andriawan di Dinas Pemuda dan Olahraga, serta Edi Radiansyah di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa.

Posisi pengawasan dan perlindungan sosial juga diperkuat dengan dilantiknya Junaidi Firrawan sebagai Inspektur, Satuki sebagai Kepala Dinas Sosial, Marwan Nor sebagai Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Albertin Tri Kurniasih di Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan KB.

Bupati Alexander Wilyo menutup sambutannya dengan pesan sederhana namun mendalam: bekerja dengan hati, melayani dengan empati, dan menjadikan masyarakat sebagai tujuan utama setiap kebijakan.

Ia juga memastikan, jabatan yang masih kosong akan diisi melalui seleksi terbuka demi menjaga profesionalisme dan transparansi.

Di hari itu, Pendopo Bupati menjadi saksi dimulainya babak baru pengabdian harapan agar birokrasi tak hanya bergerak cepat, tetapi juga hadir lebih dekat bagi masyarakat Ketapang. (M.Saad)

Berita terkait

Pemkab Kuansing Dorong Program Satu Desa Satu Komoditas Unggulan Pertanian

Pemkab Kuansing Dorong Program Satu Desa Satu Komoditas Unggulan Pertanian

Spektroom – Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) terus mendorong penguatan sektor pertanian berbasis potensi lokal melalui penerapan program Satu Desa Satu Komoditas Unggulan (One Village One Commodity). Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa sekaligus menciptakan identitas pertanian khas di setiap wilayah. Komitmen tersebut disampaikan Bupati Kuantan Singingi, Dr. H.

Salman Nurmin, Subiyantoro
Modus Roti Berisi Sabu Terbongkar, Polisi Tangkap Pelaku Penyelundupan ke Lapas Ambon

Modus Roti Berisi Sabu Terbongkar, Polisi Tangkap Pelaku Penyelundupan ke Lapas Ambon

Spektroom – Upaya penyelundupan narkotika jenis sabu ke dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ambon berhasil digagalkan berkat ketelitian petugas lapas dan respons cepat aparat kepolisian. Seorang pria berinisial AP berhasil diamankan dalam kasus yang mengungkap modus penyelundupan sabu yang disembunyikan di dalam roti. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (4/1/

Subiyantoro, Eva Moenandar