Trending

Bupati Kuansing Respon Kegiatan Apel Pasukan Nasional Kesiapsiagaan Bencana Karhutla: Sangat Baik dan Dibutuhkan

Bupati Kuansing Respon Kegiatan Apel Pasukan Nasional Kesiapsiagaan Bencana Karhutla: Sangat Baik dan Dibutuhkan
Apel Gelar Pasukan Nasional Kesiapsiagaan Bencana Karhutla di Riau. (Foto: Diskominfos Kuansing)

Pekanbaru-Spektroom : Apel Gelar Pasukan Nasional Kesiapsiagaan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) digelar, Kamis (5/3/2026), di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat koordinasi dan kesiapan seluruh unsur dalam mengantisipasi potensi Karhutla, khususnya di wilayah Provinsi Riau.

Apel tersebut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Jendral TNI (Purn) Djamari Chaniago, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, serta Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Turut hadir Gubernur Riau, Kapolda Riau, Ketua DPRD Riau, unsur Forkopimda Riau, serta para Bupati dan Wali Kota se-Riau, Kapolres dan Dandim se-Riau.

Dari Kabupaten Kuantan Singingi, hadir Bupati Kuansing, Suhardiman Amby, didampingi Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana, Dandim 0302/Inhu–Kuansing Letkol Arh Bangun Bara Kurniawan Pranowo, SE, M.IP, Kepala BPBD Kuansing H Yulizar, Plt Kepala Satpol PP Rio Kasyter Wandra, Kabag Umum Deswan Antoni, serta Sekretaris Kominfo Hevi H Antoni.

Bupati Kuansing, Suhardiman Amby, menegaskan bahwa apel kesiapsiagaan ini sangat penting sebagai langkah awal dalam mencegah terjadinya bencana kebakaran hutan dan lahan.

“Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Karhutla ini sangat penting sebagai bentuk komitmen dan langkah awal kita dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” ujar Suhardiman.

Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, BPBD, serta seluruh elemen masyarakat menjadi kunci utama dalam menekan angka Karhutla di Riau, termasuk di Kuantan Singingi.

Sementara itu, Menko Polhukam Djamari Chaniago dalam arahannya menegaskan bahwa antisipasi dini merupakan hal yang sangat krusial dalam penanggulangan Karhutla.

“Antisipasi sejak dini sangat penting. Saya meminta kepada seluruh gubernur, bupati, wali kota, serta perusahaan pemegang konsesi untuk berpartisipasi aktif dan melakukan langkah-langkah konkret guna mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” tegasnya.

Ia juga meminta peran aktif media massa dalam menyampaikan informasi yang akurat dan terus mengimbau masyarakat mengenai bahaya serta dampak kebakaran hutan dan lahan.

“Media juga harus ikut berperan aktif menyampaikan informasi aktual dan mengedukasi masyarakat tentang bahaya kebakaran hutan dan lahan,” tambahnya.

Apel gelar pasukan ini diharapkan mampu memperkuat kesiapan personel, sarana dan prasarana, serta meningkatkan koordinasi lintas sektor dalam menghadapi musim kemarau yang berpotensi memicu terjadinya Karhutla di wilayah Riau. (SN/HH)

Berita terkait

Perkuat Program M4CR, Pemprov Riau Terima Kunjungan Kementerian Kehutanan RI

Perkuat Program M4CR, Pemprov Riau Terima Kunjungan Kementerian Kehutanan RI

Pekanbaru-Spektroom : Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menggelar pertemuan dan silaturahmi bersama Kementerian Kehutanan (Kemenhut) Republik Indonesia, Jumat (30/10/2026). Pertemuan yang membahas program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) tersebut dipimpin oleh PPIU Manager M4CR Riau, Muhammad Arif Fahrurrozi dan disambut hangat oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Riau, Syahrial Abdi di

Salman Nurmin, Rafles
Bukan Sekedar Mengobati, Plt Gubernur Riau Minta Tenaga Kesehatan Layani Pasien Dengan Hati

Bukan Sekedar Mengobati, Plt Gubernur Riau Minta Tenaga Kesehatan Layani Pasien Dengan Hati

Pekanbaru-Spektroom : Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto menekankan pentingnya pelayanan kesehatan yang ramah, tulus, dan penuh kepedulian kepada seluruh pegawai RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau, khususnya 92 pegawai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang baru menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan. Menurutnya, pelayanan kesehatan yang berkualitas tidak hanya ditentukan

Salman Nurmin, Rafles
Wali Kota Tak Ingin Ambon Cuma Bangga Jadi Kota Musik, Pendidikan Musik Dibidik Masuk Semua Sekolah

Wali Kota Tak Ingin Ambon Cuma Bangga Jadi Kota Musik, Pendidikan Musik Dibidik Masuk Semua Sekolah

Ambon–Spektroom : Predikat Ambon sebagai UNESCO City of Music tidak boleh berhenti sebatas pengakuan dunia dan kemeriahan festival. Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, ingin memastikan identitas musik kota ini tetap hidup melalui lahirnya generasi musisi baru dari bangku sekolah. Salah satu langkah yang disiapkan adalah memperluas pendidikan musik ke seluruh

Eva Moenandar, Pelinus Latuheru