Bupati Lumajang: Setiap Tindakan Kepedulian Pemuda Adalah Langkah Membangun Bangsa
Spektroom - Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah), menegaskan bahwa kepedulian pemuda terhadap sesama adalah fondasi utama terciptanya masyarakat yang sehat, produktif, dan harmonis.
Menurut Bunda Indah, setiap tindakan kepedulian bukan sekadar gestur sosial, tetapi langkah konkret membangun bangsa dari generasi ke generasi. Pemuda yang menolong teman sebaya, mencegah perilaku destruktif, dan membimbing yang membutuhkan akan menumbuhkan solidaritas, memperkuat persatuan, dan menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pertumbuhan sosial dan ekonomi.
“Pemuda yang peduli terhadap sesama bukan hanya membangun diri sendiri, tetapi juga membangun komunitas dan bangsa. Kepedulian kalian adalah fondasi nyata bagi masyarakat yang harmonis, produktif, dan berdaya saing,” tegas Bunda Indah pada Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97, di Stadion Semeru Lumajang, Selasa (28/10/2025).
Ia menekankan bahwa kepedulian sosial adalah bagian tak terpisahkan dari semangat Sumpah Pemuda. Generasi muda harus bergerak bersama, saling mendukung, dan memastikan energi, bakat, dan kemampuan mereka diarahkan untuk kebaikan masyarakat dan kemajuan bangsa.
“Setiap aksi kepedulian adalah investasi moral dan sosial bagi generasi berikutnya. Pemuda yang menumbuhkan nilai-nilai solidaritas dan tanggung jawab sosial akan mewariskan bangsa yang kuat, inklusif, dan berkelanjutan,” tambahnya.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menutup amanat Upacara dengan pesan yang sarat makna spiritual, mengingatkan bahwa kesuksesan pemuda tidak hanya lahir dari ambisi dan kemampuan, tetapi juga dari doa dan restu orang tua.
Ia menekankan bahwa generasi muda harus tetap taat menjalankan syariat agama masing-masing dan menjadikan nilai-nilai spiritual sebagai pedoman dalam bertindak. Ketaatan beragama, menurutnya, menjadi fondasi karakter yang luhur, yang akan membimbing pemuda dalam mengambil keputusan dan menghadapi tantangan hidup.
“Kesuksesan sejati lahir dari kombinasi kemampuan, doa, dan bimbingan orang tua. Pemuda yang berbakti kepada orang tua dan taat pada ajaran agama akan memiliki arah hidup yang jelas dan bermanfaat bagi masyarakat,” tegas Bunda Indah.
Upacara berlangsung khidmat, menjadi pengingat bahwa menjadi pemuda peduli bukan sekadar slogan, tetapi strategi nyata untuk memperkuat persatuan, membangun lingkungan yang produktif, dan menyiapkan masa depan bangsa yang lebih baik.
“Mari tanamkan kepedulian sebagai prinsip hidup. Dengan begitu, setiap generasi pemuda dapat meninggalkan warisan kebaikan dan membangun Indonesia dari akar rumput hingga puncak,” pungkasnya. (Yul)