"Capacity Building" Jurnalis Tahun 2026 Berikan Pemahaman Ekonomi Lebih Relevan Bagi Masyarakat Banua

"Capacity Building" Jurnalis Tahun 2026  Berikan Pemahaman Ekonomi Lebih Relevan Bagi Masyarakat Banua
Bank Indonesia Perwakilan Kalsel menggelar Capacity Building Jurnalis 2026 di Batulicin, Kalsel.(Foto Junaidi) Spektroom)

Junaidi, Agung Yunianto

Spektroom - Kegiatan Capacity Building Jurnalis Tahun 2026 di sebuah hotel berbintang di Batulicin-Kalsel adalah sebagai "refresh men" bagi wartawan, khususnya Wartawan Ekonomi, agar melihat relevansi ekonomi saat ini dengan kondisi Banua. Kondisi ini kata Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Selatan , Aloysius Dananto HW bersifat ekonomi lokal, nasional, regional dan global.

"Apalagi kita sebentar lagi akan memasuki Bulan Ramadhan yang banyak hal sebenarnya perlu paham adalah masyarakat dan stakeholder yang ada di Daerah termasuk Kepala Daerah," kata Aloysius Donanto HW, usai membuka kegiatan Capacity Building Jurnalis Tahun 2026, Selasa (10/2/2026).

Bank Indonesia Perwakilan Kalsel menggelar Capacity Building Jurnalis 2026 di Batulicin, Kalsel.(Foto Junaidi) Spektroom)

Kata Aloysius, harapan pihaknya dengan kegiatan Capacity Building ini agar Teman-teman Jurnalis bisa membawa pemahaman yang lebih relevan untuk masyarakat yang ada di Banua.

Kegiatan ini menghadirkan Narasumber Wakil Kepala Desk Ekonomi dan Bisnis Kompas Aris Prasetyo dan Kepala Unit Kehumasan Bank Indonesia Kalimantan Selatan Tisna Faisal Ayathollah.*****

Berita terkait

UMJ Luncurkan I-CHIP, Dorong Kebijakan Kesehatan Berbasis Riset

UMJ Luncurkan I-CHIP, Dorong Kebijakan Kesehatan Berbasis Riset

Jakarta — Spektroom : Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) meluncurkan Institute for Community Health and Innovation Policy (I-CHIP) melalui Seminar Nasional bertema “Kedaulatan Kesehatan: Akselerasi Transdisiplin Menuju Kebijakan yang Berbasis dan Berkeadilan” di Gedung Cendekia UMJ, Selasa (15/9/2026). Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat menjadi salah

Irvan Idris Saleh, Buang Supeno
ссс