Cegah Pencaplokan Merek, Kemenkum Sumbar Kawal 47 Koperasi Payakumbuh

Cegah Pencaplokan Merek, Kemenkum Sumbar Kawal 47 Koperasi Payakumbuh
Petugas Kemenkum Sumbar kawal 47 KKMP di Kota Payakumbuh dalam hal merk kolektif. (Foto: Humas Kemenkum Sumbar)

Spektroom - Ekosistem ekonomi kerakyatan di Kota Payakumbuh kini mendapatkan pengawalan hukum ekstra. Pada Kamis (22/01/2026), Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Barat (Kemenkum Sumbar) bergerak cepat melakukan koordinasi strategis dengan Dinas Koperasi dan UKM Kota Payakumbuh.

Fokus utamanya adalah memastikan 47 Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di "Kota Batiah" tersebut segera memiliki Merek Kolektif untuk melindungi produk unggulan mereka.

Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kemenkum Sumbar, Lista Widyastuti, menegaskan bahwa tahun 2026 adalah momentum transisi dari penguatan lembaga menuju penguatan identitas usaha. Pendaftaran Merek Kolektif dinilai krusial untuk mencegah potensi sengketa di masa depan.

"Kita ingin mencegah praktik pencaplokan merek oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Merek Kolektif akan menjadi benteng bagi keberlanjutan usaha koperasi desa," jelas Lista dalam pertemuan di ruang Kepala Dinas Koperasi Payakumbuh tersebut.

Meskipun Payakumbuh memiliki potensi besar dengan puluhan koperasi yang produktif, tantangan keterbatasan SDM yang memahami alur pendaftaran kekayaan intelektual (KI) masih menjadi ganjalan. Merespons hal tersebut, Kemenkum Sumbar hadir membawa solusi teknis.

Melalui Analis KI Muda, Muhammad Farhan, diungkapkan bahwa akun pendaftaran merek khusus Dinas Koperasi yang telah difasilitasi Kemenkum sejak 2025 masih aktif dan siap digunakan kapan saja untuk mendaftarkan produk-produk unggulan KKMP maupun pelaku UKM perorangan.

Kolaborasi ini tidak hanya berhenti pada urusan merek, tetapi juga merambah pada peningkatan literasi KI secara menyeluruh.

Kemenkum Sumbar berkomitmen memberikan pendampingan teknis mulai dari penelusuran (searching) kemiripan merek hingga desain industri untuk kemasan produk.

Dengan sinergi yang makin solid ini, diharapkan 47 KKMP di Payakumbuh tidak hanya mandiri secara ekonomi, tetapi juga berdaulat secara hukum atas setiap karya dan produk yang mereka hasilkan. (RRE/Rel)

Berita terkait

Sinergi TNI-Polri Jaga Khidmat 1 Muharram di Landak, Ratusan Jamaah Padati Masjid Nurul Bustanul Jannah

Sinergi TNI-Polri Jaga Khidmat 1 Muharram di Landak, Ratusan Jamaah Padati Masjid Nurul Bustanul Jannah

Landak- Spektroom – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Besar Nurul Bustanul Jannah di Dusun Karya Jaya, Desa Karangan, Kecamatan Mempawah Hulu, Kabupaten Landak, saat ratusan jamaah memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah melalui pengajian, Selasa (16/06/2026). Kegiatan keagamaan tersebut berlangsung aman, tertib, dan penuh kekhusyukan dengan pengamanan dari

Apolonius Welly, Buang Supeno
Dolly Ivonne Datuak Intan Sampono, Nahkoda Baru yang Diharapkan Bawa Sepak Bola Bukittinggi Bangkit

Dolly Ivonne Datuak Intan Sampono, Nahkoda Baru yang Diharapkan Bawa Sepak Bola Bukittinggi Bangkit

Bukittinggi –Spektroom : Harapan baru mengalir di tubuh sepak bola Kota Bukittinggi setelah PSSI Sumatera Barat menunjuk Dolly Ivonne Datuak Intan Sampono sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PSSI Kota Bukittinggi. Sosok ini kini menjadi figur sentral yang diharapkan mampu menggerakkan kembali roda pembinaan dan kompetisi sepak bola di Bukittinggi yang sempat

Wiza Andrita, Buang Supeno