Cerita Nurlela dan Harapan dari Bantuan Sosial Pemkot Pontianak

Cerita Nurlela dan Harapan dari Bantuan Sosial Pemkot Pontianak
Walikota Pontianak Edi Kamtono didampingi Wakilnya Bahasan menyerahkan bantuan Tunai APBD tahun 2026. (Foto: Diskominfo kota Pontianak)

Pontianak-Spektroom : Senyum tak lepas dari wajah Nurlela (52) saat mendengar kabar bantuan sosial dari Pemerintah Kota Pontianak telah masuk ke rekeningnya.

Warga Kecamatan Pontianak Utara itu menjadi salah satu penerima bantuan tunai sebesar Rp600 ribu yang disalurkan melalui APBD Kota Pontianak, Selasa (10/3/2026).

Bagi Nurlela, bantuan tersebut bukan sekadar angka di rekening bank. Di tengah meningkatnya kebutuhan rumah tangga menjelang Hari Raya Idulfitri, uang itu menjadi harapan besar untuk memenuhi kebutuhan dapur keluarganya.

“Alhamdulillah saya senang dapat bantuan. Terima kasih Pak Wali Kota sudah bantu warga yang tidak mampu,” ucapnya dengan wajah sumringah.

Ia mengatakan bantuan itu akan digunakan untuk membeli kebutuhan pokok. Beras, sayur-mayur hingga bahan untuk membuat kue Lebaran menjadi prioritasnya.

Bersama tiga anggota keluarga lainnya, Nurlela harus mengatur pengeluaran dengan cermat agar kebutuhan sehari-hari tetap terpenuhi.

“Uangnya untuk belanja, beli beras, beli sayur. Ini mau Lebaran, mungkin juga buat bikin kue,” katanya.

Nurlela hanyalah satu dari ratusan warga Pontianak Utara yang menerima bantuan sosial tersebut. Pada tahap pertama tahun 2026,

Pemerintah Kota Pontianak menyalurkan bantuan kepada 2.030 warga kurang mampu yang tersebar di enam kecamatan.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono di Aula Kantor Camat Pontianak Utara.

Dalam kesempatan itu, Edi menjelaskan bahwa bantuan tersebut ditujukan bagi warga yang belum menerima bantuan dari pemerintah pusat, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

“Ini bentuk perhatian Pemerintah Kota Pontianak kepada warga yang masuk desil 1 sampai 5 dan belum mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat,” ujarnya.

Menurut Edi, setiap penerima memperoleh bantuan sebesar Rp600 ribu yang langsung disalurkan melalui rekening masing-masing.

Pemerintah berharap bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban masyarakat, terutama di bulan Ramadan dan menjelang Lebaran.

Ia juga mengingatkan warga agar memanfaatkan bantuan itu dengan bijak dan memprioritaskan kebutuhan penting.

“Gunakan untuk kebutuhan yang benar-benar diperlukan, apalagi menjelang Lebaran seperti sekarang,” pesannya.

Selain bantuan sosial tunai, Pemerintah Kota Pontianak juga menjalankan berbagai program jaring pengaman sosial lainnya. Mulai dari layanan kesehatan melalui BPJS, pendidikan gratis di sekolah negeri, hingga program beasiswa bagi siswa kurang mampu di sekolah swasta.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Pontianak Akif menjelaskan bahwa sebelumnya terdapat sekitar 2.700 warga yang terdata sebagai calon penerima bantuan.

Namun setelah proses verifikasi dan validasi data, jumlah penerima yang memenuhi kriteria menjadi 2.030 orang.

“Sebagian berkurang karena ada yang sudah meninggal dunia, pindah domisili, atau tidak lagi memenuhi kriteria,” jelasnya.

Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap di setiap kecamatan.

Setelah Pontianak Utara, program serupa akan dilanjutkan ke kecamatan lain hingga seluruh penerima mendapatkan bantuan yang telah disiapkan pemerintah kota.

Berita terkait

Mendiktisaintek : Tantangan Global Hadapi Krisis Iklim, Disrupsi Tehnologi, Ketidakpastian Ekonomi Hingga Dinamika Geopolitik

Mendiktisaintek : Tantangan Global Hadapi Krisis Iklim, Disrupsi Tehnologi, Ketidakpastian Ekonomi Hingga Dinamika Geopolitik

Solo - Spektroom : Dunia sekarang ini menghadapi Tantangan global yang semakin kompleks, mulai dari krisis iklim, disrupsi teknologi, hingga ketidakpastian ekonomi dan dinamika geopolitik terus terjadi termasuk dialami bangsa Indonesia. Dalam sambutan Dies Natis ke 50 Universitas Sebelas Maret UNS Surakarta, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Tehnologi - Mendiktisaintek Prof

Murni Handayani