Trending

Mendiktisaintek : Tantangan Global Hadapi Krisis Iklim, Disrupsi Tehnologi, Ketidakpastian Ekonomi Hingga Dinamika Geopolitik

Mendiktisaintek : Tantangan Global Hadapi Krisis Iklim, Disrupsi Tehnologi, Ketidakpastian Ekonomi Hingga Dinamika Geopolitik
Mendiktisaintek Prof Brian Yuliarto Memberikan Sambutan Puncak Dies Natalis ke 50 UNS Surakarta ( Rabu, 11/03/2026, Dok : Humas )

Solo - Spektroom : Dunia sekarang ini menghadapi Tantangan global yang semakin kompleks, mulai dari krisis iklim, disrupsi teknologi, hingga ketidakpastian ekonomi dan dinamika geopolitik terus terjadi termasuk dialami bangsa Indonesia.

Dalam sambutan Dies Natis ke 50 Universitas Sebelas Maret UNS Surakarta, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Tehnologi - Mendiktisaintek Prof Brian Yuliarto menyampaikan dalam situasi kurang menentu, perguruan tinggi memiliki peran penting melahirkan solusi.

Kampus merupakan ruang lahirnya gagasan besar, ruang kolaborasi lintas disiplin ilmu, serta ruang lahirnya solusi berbagai persoalan besar dunia. Kampus harus menjadi pusat akselerasi ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pengetahuan yang dihasilkan para peneliti harus dapat diterjemahkan menjadi produk teknologi dan solusi yang memiliki nilai tambah besar bagi bangsa karena bangsa yang besar bukan hanya yang menghasilkan banyak penelitian, tetapi juga yang mampu menerjemahkan menjadi produk industri.

“Karena itu saya percaya UNS memiliki potensi besar untuk memainkan peran penting dalam membangkitkan ekonomi di sekitar kawasan kampus ini,” ujar Prof. Brian.

Dalam dunia yang berubah sangat cepat seperti sekarang, kemampuan untuk beradaptasi menjadi sangat penting, perguruan tinggi termasuk UNS memiliki tanggung jawab bersama untuk memastikan pendidikan tinggi di Indonesia terus berkembang menjadi pusat ilmu pengetahuan yang relevan, inovatif, dan memberikan dampak nyata.

“Jika kita mampu melakukan itu, maka kontribusi kita akan sangat signifikan untuk membantu bangsa dan negara kita menghadapi berbagai krisis global,” ujar Prof. Brian.

Krisis-krisis yang datang3 sesungguhnya dapat menjadi momentum bagi bangsa untuk melompat lebih jauh memperkuat ilmu pengetahuan, mempercepat inovasi, dan membawa Indonesia naik kelas menjadi bangsa maju berbasis pengetahuan.

Puncak Dies Natalis ke 50 UNS yang berlangsung di Auditorium GPH Haryo Mataram Kampus Kentingan ini juga diwarnai pemberian Penghargaan UNS Award untuk Prof Emil Salim dan peresmian Pusat Studi Tropical Herbal Medicine dilakukan Menteri Perencaan Pembangunan Nasional - PPN / Kepala Bappenas Prof. Rachmat Pambudy, ( Dan )

Berita terkait

Perkuat Program M4CR, Pemprov Riau Terima Kunjungan Kementerian Kehutanan RI

Perkuat Program M4CR, Pemprov Riau Terima Kunjungan Kementerian Kehutanan RI

Pekanbaru-Spektroom : Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menggelar pertemuan dan silaturahmi bersama Kementerian Kehutanan (Kemenhut) Republik Indonesia, Jumat (30/10/2026). Pertemuan yang membahas program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) tersebut dipimpin oleh PPIU Manager M4CR Riau, Muhammad Arif Fahrurrozi dan disambut hangat oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Riau, Syahrial Abdi di

Salman Nurmin, Rafles
Bukan Sekedar Mengobati, Plt Gubernur Riau Minta Tenaga Kesehatan Layani Pasien Dengan Hati

Bukan Sekedar Mengobati, Plt Gubernur Riau Minta Tenaga Kesehatan Layani Pasien Dengan Hati

Pekanbaru-Spektroom : Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto menekankan pentingnya pelayanan kesehatan yang ramah, tulus, dan penuh kepedulian kepada seluruh pegawai RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau, khususnya 92 pegawai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang baru menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan. Menurutnya, pelayanan kesehatan yang berkualitas tidak hanya ditentukan

Salman Nurmin, Rafles
Wali Kota Tak Ingin Ambon Cuma Bangga Jadi Kota Musik, Pendidikan Musik Dibidik Masuk Semua Sekolah

Wali Kota Tak Ingin Ambon Cuma Bangga Jadi Kota Musik, Pendidikan Musik Dibidik Masuk Semua Sekolah

Ambon–Spektroom : Predikat Ambon sebagai UNESCO City of Music tidak boleh berhenti sebatas pengakuan dunia dan kemeriahan festival. Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, ingin memastikan identitas musik kota ini tetap hidup melalui lahirnya generasi musisi baru dari bangku sekolah. Salah satu langkah yang disiapkan adalah memperluas pendidikan musik ke seluruh

Eva Moenandar, Pelinus Latuheru