Trending

Cetak Sejarah Jember Baru, Bupati Fawait Launching Rute Penerbangan Jember - Jakarta

Cetak Sejarah Jember Baru,  Bupati Fawait Launching  Rute Penerbangan Jember - Jakarta
Foto Diskominfo Jember

Spektroom - Pemerintah Kabupaten Jember mencetak sejarah baru dengan menggelar soft launching penerbangan perdana di Bandara Notohadinegoro pada Minggu (17/08/2025). Langkah ini dilakukan dengan tujuan menghubungkan Jember ke Ibu Kota Jakarta.

“Hari ini, kami melaksanakan soft launching, ini adalah usaha untuk memajukan Kabupaten Jember dengan semboyan Jember Baru Jember Maju."ungkapnya.

Foto Diskominfo Jember

Lama penerbangan diperkirakan sekitar 2 jam 10 menit dengan jadwal dua kali seminggu. Harga tiket berkisar Rp 1,3 juta hingga Rp 1,5 juta dan pemesanan sementara dilakukan secara offline di bandara. Sedangkan frekuensi terbang dijadwalkan dua kali seminggu, pada hari Senin dan Rabu.

"Semoga dapat ditambah, bahkan harapannya bisa setiap hari," harap Bupati Fawait.

Bupati Fawait ingin memastikan bahwa seluruh persiapan dilakukan dengan matang.

"Penerbangan harus disiapkan dengan baik. Akan dimulai pada awal September 2025," tambahnya.

Mengenai harga tiket, Gus Fawait mengungkapkan bahwa tiket akan berkisar dari Rp 1,3 juta hingga Rp 1,5 juta.

"Kami akan berusaha supaya harga tiket lebih terjangkau," kata bupati.

Sementara ini, pemesanan tiket masih dilakukan secara offline di Bandara Notohadinegoro Jember dan Halim Perdanakusuma Jakarta,”pungkasnya. (Budi S)

Berita terkait

Pramono Targetkan Seluruh 267 Kelurahan Ikuti Benyamin S Award 2027

Pramono Targetkan Seluruh 267 Kelurahan Ikuti Benyamin S Award 2027

Jakarta-Spektroom: Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan seluruh 267 kelurahan di Jakarta berpartisipasi dalam Benyamin S Award (BSA) pada 2027. Target tersebut diharapkan mendorong pemerataan peningkatan kualitas lingkungan, pengembangan inovasi wilayah, serta penguatan peran masyarakat dalam mewujudkan Jakarta yang bersih, nyaman, indah, dan sejahtera. Target itu disampaikan Pramono saat

Irvan Idris Saleh, Julianto