Cuaca Ekstrem Kemacetan Bayangi Nataru 2025-2026, Utamakan Etika Berlalulintas
Spektroom - Natal dan Tahun Baru indentik dengan meningkatnya mobilitas masyarakat berkaitan dengan perayaan dan juga kerap dimanfaatkan oleh sebagian masyarakat untuk bersilaturahmi dan berlibur.
Selain lonjakan jumlah penumpang, faktor alam juga membayangi kelancaran transportasi nasional pada nataru kali ini.
Banyaknya kendaraan di jalan apabila tidak dimbangi infrastruktur yang baik dikhawatirkan kemacetan dapat terjadi. Apalagi diperparah oleh perilaku abai etika berkendara
Perilaku tersebut tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga menciptakan lingkungan jalan raya yang tidak aman bagi semua orang. Seperti melawan arus, ngebut ugal - ugalan, menerobos jalur orang, menggunakan ponsel, berkendara lambat di lajur tengah.
Mematuhi etika berkendara sangat penting untuk menciptakan lalu lintas yang lancar, aman, dan saling menghormati.
Jasa Penyelenggara Jalan Tol (Jasa Marga) menprediksi arus keluar kendaraan dari Jakarta selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 sekitar 2,9 juta kendaraan.
"Berdasarkan traffic counting, data historis, serta LHR selama 11 bulan terakhir, kami memprediksi arus keluar sekitar 2,9 juta kendaraan,” ujar Direktur Utama Jasa Marga, Rivan Achmad Purwantono, di Jakarta, Jumat ( 19/12/2025 )
Untuk ruas Tol Cikampek, kata Rivan volume kendaraan diperkirakan meningkat 11,2 persen dibandingkan kondisi normal, namun hanya naik 0,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Meningkat mobilitas masyarakat pada nataru kali ini dibayangi cuaca ekstrem di sepanjang jalur perjalanan.
Polri bersama BMKG dan Kementerian terkait ttelah membentuk posko bersama untuk memantau kondisi cuaca secara real time.
“Informasi cuaca dibagikan secara real time dan sudah kami sampaikan ke seluruh jajaran saat latihan praoperasi. Antisipasi terhadap cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi terus kita optimalkan,” kata Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (AstamaOps) Komjen Pol. Muhammad Fadil Imran, saat Gelar Pasukan Operasi Kepolisian “Lilin 2025” di Lapangan Silang Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (19/12/2025) sore
Terkait lalu lintas, AstamaOps menyebut terdapat sejumlah titik rawan kemacetan, khususnya di jalur selatan dan wilayah Jawa Timur, termasuk ruas jalan tol. Seluruh skenario rekayasa lalu lintas telah disimulasikan berdasarkan traffic counting dan dikoordinasikan antara Korlantas Polri dan Polda jajaran.
“Koordinasi sudah kita latihkan, termasuk pemanfaatan smart city di Bali dan beberapa wilayah rawan macet lainnya,” tambanya
Sementara itu, pada masa Nataru 2024/2025, Korlantas Polri menyebutkan berdasarkan data Operasi Lilin dari 21 Desember sampai 2 Januari 2025, kendaraan roda dua menjadi jenis kendaraan yang paling dominan terlibat kecelakaan lalu lintas. Jumlahnya 74 persen atau 3.209 insiden selama operasi.
Kendaraan roda empat seperti angkutan barang mencatat angka 12 persen, bus 6 persen, dan angkutan penumpang 7 persen
Total kasus kecelakaan lalu lintas mengalami penurunan sebesar 12 persen atau setara dengan 33 kasus dibandingkan periode Nataru tahun sebelumnya.