Cuaca Kering Mengancam, Pelindo Gerak Cepat Cegah Karhutla di Pelabuhan Basirih
Banjarmasin–Spektroom : Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah kondisi cuaca kering mendapat perhatian serius PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Sub Regional Kalimantan. Untuk menekan potensi munculnya titik api, Pelindo bergerak cepat melakukan penyemprotan air di sejumlah area Pelabuhan Basirih, Banjarmasin.
Langkah preventif tersebut dilakukan untuk menjaga kelembapan area terbuka yang berpotensi mudah terbakar sekaligus mengantisipasi dampak karhutla terhadap keselamatan, lingkungan, dan kelancaran operasional kepelabuhanan.
Informasi yang diterima Selasa (1/9/2026), penyemprotan dilakukan sebagai bagian dari kesiapsiagaan Pelindo menghadapi kondisi cuaca kering yang dapat meningkatkan risiko kebakaran, terutama pada lahan dan area terbuka di sekitar kawasan pelabuhan.

Junior Manager Umum dan Humas Pelindo Regional 3 Sub Regional Kalimantan, Listio Margianto, mengatakan penyemprotan merupakan langkah antisipatif untuk meminimalkan potensi kebakaran sejak dini.
“Penyemprotan ini merupakan langkah antisipatif yang kami lakukan untuk menjaga kelembapan area yang dinilai memiliki potensi risiko kebakaran, terutama di tengah kondisi cuaca kering seperti saat ini,” ujar Listio.
Menurut Listio, pencegahan menjadi kunci karena karhutla dapat menimbulkan dampak berantai. Selain merusak lingkungan dan menurunkan kualitas udara, asap kebakaran juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat serta berpotensi memengaruhi aktivitas operasional apabila terjadi di sekitar kawasan pelabuhan.
Karena itu, Pelindo tidak hanya mengandalkan penanganan ketika kebakaran terjadi, tetapi memperkuat langkah mitigasi melalui pemantauan kondisi lapangan dan tindakan pencegahan sedini mungkin.
Pelindo juga mengingatkan seluruh pekerja, mitra kerja, dan pengguna jasa agar ikut menjaga keamanan lingkungan pelabuhan. Aktivitas yang berpotensi menjadi sumber api, termasuk pembakaran terbuka, diminta untuk dihindari.
“Kami mengajak seluruh pihak di kawasan pelabuhan untuk bersama-sama menjaga lingkungan, tidak melakukan pembakaran terbuka, serta segera melaporkan apabila menemukan adanya asap maupun indikasi titik api agar dapat ditangani dengan cepat,” kata Listio.
Pelindo Regional 3 Sub Regional Kalimantan menegaskan bahwa keselamatan, keamanan, dan perlindungan lingkungan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas operasional perusahaan.
Dengan penyemprotan dan pemantauan secara berkelanjutan, Pelindo berharap potensi karhutla di sekitar wilayah kerja dapat diminimalkan. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga aktivitas kepelabuhanan di Banjarmasin tetap aman dan berjalan lancar di tengah kondisi cuaca kering.