Dadan Hindayana, Lodewyk Pusung , Sony Sanjaya Resmi Ditahan Kejaksaan Agung Sore ini
Jakarta,Spektroom : Direktur Penyidikan Kejagung Syarif Sulaeman Nahdi dalam jumpa pers sore ini di Kejagung mengatakan, tiga orang resmi ditahan karena seperti yang telah dituduhkan.
" Tiga pejabat BGN, Dadan Hindayana, Lodewyk Pusing, Sony Sanjaya telah resmi ditahan dan penyidikan akan terus dilakukan. Adanya temuan temuan yang harus di perlukan pendalaman" kata Syarif dikantor Kejagung Rabu sore (3/1/2026)
Setelah sejak dini hari Petugas Keamanan mengatakan, kantor BGN sejak pukul 02.00 dinihari, Rabu (3/6) kantor BGN digeledah oleh tim pemeriksa dari Kejagung.
Sampai pagi tadi kantor BGN masih ditutup garis polisi sehingga karyawan BGN juga tidak bisa masuk kerja. Situasi kantor BGN sejak pagi sudah dipenuhi awak media dan karyawan BGN.
Sementara di Gedung Kejagung Jakarta Selatan juga nampak dipenuhi awak media dengan telah dijemputnya 3 petinggi BGN ke kantor Kejagung.
Plh Kapuspenkum Kejagung, Mochamad Jeffry, membenarkan pihaknya melakukan penggeledahan kantor BGN di Jakarta.
"Penyidik pidsus [Jaksa Muda Bidang Tindak Pidana Khusus] Kejaksaan Agung benar melakukan geledah di kantor BGN," kata Plh Kapuspenkum Kejagung, Mochamad Jeffry kepada wartawan, Rabu (03/06)
Proses penggeledehan ini terjadi sehari setelah Presiden Prabowo mencopot Kepala BGN Dadan Hindayana dari posisinya. Dalam keterangan kepada media, Mensesneg Prasetyo Hadi menyatakan, Dadan dicopot dari jabatannya karena, antara lain, "masalah kedisiplinan dalam menjalankan SOP".

Alasan lainnya, "ada yang berkenaan dengan masalah kedisiplinan dalam menjalankan tata kelola, termasuk kedisiplinan di dalam menjaga kualitas dari makanan yang seharusnya sudah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional."
Selain Dadan, Prabowo juga mencopot dua wakil kepala Badan Gizi Nasional, yakni Brigjen Polisi Sony Sonjaya dan Mayjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung.
Terlihat Dadan Hindayana dan kedua wakilnya memakai rompi merah muda, rompi khas Kejagung bagi para koruptor yang tertangkap . Mereka keluar dari Gedung Kejagung dan memasuki mobil tahanan.
Dadan Hindayana dan dua wakilnya selain dituduh oleh Kejaksaan Agung memperjual belikan SPPG dan saat ini masih dalam penyidikan.
Dadan Hindayana baru saja pulang dari tanah suci dan ingin merealisasikan makan siang gratis bagi anak sekolah di kampung haji Arab Saudi.