Dai Bukittinggi Perkuat Ukhuwah, Hadapi Narkoba Demi Keutuhan NKRI
Bukittinggi-Spektroom : Peran Dai, Mubalig, dan Ulama sebagai garda terdepan dalam mencerdaskan serta memberikan pencerahan kepada umat menjadi pesan utama yang disampaikan dalam pelantikan pengurus Himpunan Dai dan Mubalig Kota Bukittinggi periode 2026–2030.
Sebanyak 53 orang pengurus telah dikukuhkan dengan Ketua Umum Terpilih, Khairunnas Tuanku Saleh A.Ma, Selasa (30/6/2026).
Wakil Wali Kota Bukittinggi ibnu Asis, STP Sutan Saidi dalam sambutannya menegaskan bahwa keberadaan para dai dan mubalig memiliki peran strategis dalam membina kehidupan keagamaan masyarakat.
"Keberadaan dai, mubalig, dan ulama menjadi garda terdepan dalam mencerdaskan dan memberikan pencerahan kepada umat," ujar Ibnu
Ia juga mengajak seluruh dai dan mubaligh untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dan seluruh elemen masyarakat.
"Kami menitipkan kepada bapak dan ibu untuk bersama-sama bergandengan tangan, fastabiqul khairat, serta memaksimalkan dakwah dalam mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran," katanya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi Dr. H. Irwan, M.Ag, berharap para dai mampu menjadi mujaddid atau pembaharu dalam menyampaikan ajaran Islam yang relevan dengan perkembangan zaman.
Menurutnya, pemahaman agama harus disampaikan secara arif sehingga tidak menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat.
"Jangan sampai ketika ada dai menyampaikan suatu materi di satu tempat, kemudian dibatalkan di tempat lain. Hal seperti ini akan menimbulkan kebingungan di tengah umat," tegasnya.
Ketua Umum Himpunan Dai dan Mubalig Kota Bukittinggi periode 2026–2030 mengakui tantangan dakwah saat ini semakin kompleks. Menurutnya, persoalan penyalahgunaan narkoba dan fenomena LGBT menjadi pekerjaan besar yang harus dihadapi para dai bersama seluruh elemen masyarakat.
Di sisi lain, Anggota DPD RI H. Muslim M. Yatim, Lc.,MM menegaskan bahwa dai dan ulama memiliki kontribusi besar dalam menjaga persatuan bangsa serta memperkuat keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Maka sangat keliru jika ada yang mengatakan Sumatera Barat merupakan daerah yang tidak Pancasilais. Justru nilai-nilai Pancasila hidup dan dijaga melalui peran ulama dan para dai di tengah masyarakat," tegasnya.
Melalui kepengurusan baru Himpunan Dai dan Mubalig Kota Bukittinggi, diharapkan dakwah semakin adaptif terhadap tantangan zaman, mampu memperkuat pemahaman keagamaan yang moderat, serta menjadi perekat persatuan dan keharmonisan masyarakat. (Rt-Rz-jma)