Daop 5 Purwokerto Perkuat Jalur Rel Hadapi Hujan Lebat, Kroya hingga Kesugihan Jadi Perhatian
Purwokerto-Spektroom ; Menghadapi musim penghujan dengan potensi curah hujan tinggi, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 5 Purwokerto meningkatkan kesiapsiagaan terhadap ancaman banjir, tanah longsor, hingga pergerakan tanah yang berpotensi mengganggu perjalanan kereta api.
Sejumlah wilayah di Banyumas, Cilacap, Brebes, dan sekitarnya masuk dalam pemetaan daerah rawan. Hujan yang mengguyur Banyumas Raya dalam beberapa hari terakhir, disertai munculnya genangan di sejumlah wilayah seperti Kroya, Jeruklegi, dan Kesugihan, menjadi perhatian tersendiri.
Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M. As'ad Habibuddin, mengatakan berdasarkan pemetaan, titik rawan banjir berada di lintas Prupuk-Linggapura serta Kawunganten-Jeruklegi.
"Daerah ini hampir setiap musim penghujan selalu terjadi genangan sehingga perlu dipetakan secara dini," ujar As'ad.
Sementara itu, potensi longsor dan pergerakan tanah teridentifikasi di lintas Banjar-Langen. Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena dapat mempengaruhi kestabilan badan jalan rel dan berdampak terhadap keselamatan perjalanan.
Untuk mengantisipasi gangguan, KAI melakukan pemantauan secara situasional di titik-titik rawan. Apabila hujan dengan intensitas tinggi berlangsung lebih dari dua jam, petugas akan melakukan pemeriksaan langsung ke lokasi guna memastikan kondisi jalur tetap aman dilalui kereta api.
Kesiapan penanganan darurat juga diperkuat melalui penyediaan Alat Material Untuk Siaga (AMUS) di setiap Resor Jalan Rel. Material tersebut disiapkan untuk mempercepat penanganan apabila terjadi gangguan prasarana akibat banjir maupun longsor.
Menurut As'ad, dalam kondisi hujan deras, pemeriksaan jalur dilakukan secara intensif. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan jalur masih aman, perjalanan tetap berjalan sesuai ketentuan. Namun, apabila ditemukan potensi gangguan keselamatan, KAI dapat menerapkan langkah pengamanan, termasuk pembatasan kecepatan kereta, sesuai hasil pemeriksaan petugas.
KAI Daop 5 juga menjalin koordinasi dengan BMKG untuk memperoleh informasi dan peringatan dini cuaca ekstrem. Koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dilakukan untuk memantau kondisi aliran sungai yang berpotensi memengaruhi jalur kereta api.
Melalui berbagai langkah tersebut, KAI Daop 5 Purwokerto berupaya menjaga keandalan prasarana selama musim penghujan agar perjalanan kereta api, baik angkutan penumpang maupun barang, tetap berlangsung dengan aman dan lancar.