Dari Gang Sempit, Warga Gandekan Solo Sambut Tahun Baru Islam

Dari Gang Sempit, Warga Gandekan Solo Sambut Tahun Baru Islam
Jamaah duduk rapi di gang sempit dalam Pengajian menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriyah di Gandekan Solo. (Foto: Ciptati Handayani)

Surakarta – Spektroom: Suasana berbeda terlihat saat warga Kelurahan Gandekan, Kecamatan Jebres, Kota Solo menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriyah. Sebuah gang sempit di tengah permukiman padat penduduk disulap menjadi ruang pengajian dan shalawatan, menghadirkan suasana hangat, penuh kekhusyukan, serta kebersamaan warga.

Senin malam (15/6/2026), gang kecil yang biasanya hanya menjadi akses warga dan dilalui sepeda motor, berubah menjadi tempat berlangsungnya Majelis Taklim menyambut pergantian tahun Hijriyah. Sepanjang gang sekitar 100 meter tampak lebih terang dengan tambahan lampu penerangan di sejumlah titik.

Tikar dan karpet digelar memanjang menutup jalan, menjadikan lorong sempit tersebut berubah menjadi ruang ibadah yang nyaman dan penuh kebersamaan.

Warga dari berbagai kalangan berdatangan memenuhi lokasi. Meski berada di ruang terbatas, jamaah terlihat tertib dan antusias mengikuti rangkaian acara. Jamaah pria duduk di sisi timur gang, sementara jamaah perempuan berada di sisi barat. Di tengah-tengah mereka, kelompok hadroh yang terdiri dari para remaja dan pemuda setempat melantunkan shalawat dengan penuh semangat.

Pemandangan sederhana namun penuh makna tersebut menjadi gambaran bahwa semangat beragama dan kebersamaan warga tetap tumbuh kuat di tengah lingkungan perkotaan yang padat. Keberagaman masyarakat sekitar juga terlihat harmonis, saling menghormati dan mendukung kegiatan keagamaan.

Sebelum memasuki acara pengajian, jamaah bersama-sama mengikuti lantunan shalawat. Suasana semakin syahdu ketika seluruh jamaah berdiri sambil menengadahkan tangan, melantunkan pujian kepada Nabi Muhammad SAW.

Jamaah menengadahkan tangan sambil bershalawat dan mendapatkan tetesan minyak wangi, dalam Pengajinan malam 1 Muharam 1448 Hijriyah di Gandekan Solo. (Foto: Ciptati Handayani)

Di tengah suasana tersebut, seorang tokoh masyarakat berkeliling memberikan tetesan minyak wangi kepada jamaah. Momen itu menambah nuansa haru, penuh rasa syukur, dan doa menyambut tahun baru Hijriyah dengan harapan kehidupan yang lebih baik.

“Alhamdulillah kita sambut warso enggal atau tahun baru Hijriyah ini dengan penuh semangat, tetap istiqomah dalam menjalankan ibadah.” ujar Nur Roso, panitia kegiatan.

Dalam tausyiahnya, mubalig setempat KH Muhammad Subagyo mengajak jamaah untuk menjadikan ajaran agama sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan.

Ia juga mengingatkan pentingnya memperkuat hubungan dengan ulama dan orang-orang saleh agar kehidupan masyarakat semakin membawa keberkahan.

“Indonesia ini sebenarnya kaya raya, memiliki hasil bumi, tambang, energi dan pangan. Namun berbagai persoalan seperti kelangkaan energi dan kenaikan harga kebutuhan hidup masih menjadi tantangan bersama. Ini menjadi renungan agar kehidupan semakin penuh keberkahan. Mari kembali menjalankan ajaran agama dengan benar, berkumpul dengan orang-orang baik, dan kembali ke jalan yang lurus untuk keselamatan dunia dan akhirat,” ungkap KH Muhammad Subagyo.

Kegiatan pengajian dan shalawatan di gang sempit Gandekan tersebut menjadi bukti bahwa makna Tahun Baru Islam tidak hanya tentang pergantian waktu, tetapi juga momentum mempererat silaturahmi, menjaga kebersamaan, serta memperkuat nilai spiritual di tengah kehidupan masyarakat.

Kesederhanaan tempat tidak menjadi penghalang bagi warga untuk menghadirkan suasana penuh makna. Dari sebuah gang kecil, terpancar semangat kebersamaan dan harapan menyambut tahun baru Hijriyah dengan penuh keberkahan.

Berita terkait

Bupati Annisa dan TNI Resmikan Jembatan Aramco di Dharmasraya, Wujud Dukungan Presiden Prabowo untuk Akses Masyarakat

Bupati Annisa dan TNI Resmikan Jembatan Aramco di Dharmasraya, Wujud Dukungan Presiden Prabowo untuk Akses Masyarakat

Dharmasraya–Spektroom : Upaya membuka keterisolasian wilayah dan meningkatkan akses masyarakat di Kabupaten Dharmasraya kembali menunjukkan hasil nyata. Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, bersama perwakilan Komando Distrik Militer (Kodim) 0310/Sawahlunto-Sijunjung, Lettu Magel Hendri, meresmikan penggunaan Jembatan Aramco Batang Siraho di Nagari Lubuk Karak, Kecamatan Sembilan Koto, Senin (15/6/2026)

Riswan Idris, Rafles
Sekolah Rakyat di Kepulauan Riau akan Dibangun Tahun Anggaran 2026, Dimulai dari Tanjungpinang, Natuna dan Anambas

Sekolah Rakyat di Kepulauan Riau akan Dibangun Tahun Anggaran 2026, Dimulai dari Tanjungpinang, Natuna dan Anambas

Tanjungpinang-Spektroom : Persiapan Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Guernur Kepri Ansar Ahmad. Rakor yang di langsungkan di Gedung Daerah Tanjungpinang, Senin (15/6/2026) dihadiri Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura, Kepala Dinas Sosial Kepri Mahadi Rahman serta seluruh

Desmawati, Rafles